2 Korintus 3:2
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.
Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. (Petrus Kwik/Renunganharian.net)
Sudahkah kita menjadi seperti pensil yang mau menjalani proses pengeratan sehingga bisa digunakan dan berdampak?
Kamis, 12 Mei 2011
Taat Bukan Soal Kecil
Lukas 6:49
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Mukjizat Lima Roti dan Dua Ikan
Amsal 11:25
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Langganan:
Postingan (Atom)