O, anak-anakku, betapa mengagumkan! Allah Bapa adalah Pencipta kita, Allah Putra adalah Penebus kita, dan Allah Roh Kudus adalah Pembimbing kita…. Manusia dari dirinya sendiri bukan apa-apa, tetapi dengan Roh Kudus ia sungguh mengagumkan. Manusia sepenuhnya adalah duniawi dan hewani; tak ada selain dari Roh Kudus yang dapat mengangkat pikirannya dan menaikkannya hingga tinggi. Mengapa para kudus begitu melepaskan diri dari keterikatan dunia? Sebab mereka membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus. Mereka yang dibimbing oleh Roh Kudus memiliki pemikiran-pemikiran yang benar; itulah sebabnya mengapa begitu banyak orang bodoh lebih bijaksana daripada mereka yang terpelajar. Jika kita dibimbing oleh Tuhan kekuatan dan terang, kita tidak akan tersesat.
Roh Kudus adalah terang dan kekuatan. Ia mengajarkan kepada kita bagaimana membedakan kebenaran dan kepalsuan, yang baik dan yang jahat. Seperti kaca pembesar memperbesar apa yang dilihatnya, Roh Kudus menunjukkan kepada kita yang baik dan yang jahat dalam skala besar. Dengan Roh Kudus kita melihat segala sesuatu dalam proporsinya yang benar; kita melihat kebesaran dari tindakan dan perbuatan terkecil yang dilakukan bagi Tuhan, dan kebesaran dari kesalahan-kesalahan terkecil. Bagai seorang pembuat jam dengan kacanya membedakan roda-roda jam yang paling kecil, demikian juga kita, dengan terang Roh kudus, membedakan segala detil-detil dari kehidupan kita yang malang. Kemudian, kelemahan terkecil akan tampak sangat besar, dan dosa terremeh menjadikan kita ngeri. Itulah sebabnya mengapa Perawan Tersuci tidak pernah berdosa. Roh Kudus memberinya pengertian akan kengerian dosa; ia jijik dan ngeri bahkan pada kesalahan terkecil sekali pun.
Mereka yang memiliki Roh Kudus tidak tahan akan dirinya sendiri, begitu baik mereka mengenali kemalangan mereka yang menyedihkan. Orang-orang sombong adalah mereka yang tidak memiliki Roh Kudus.
Orang-orang duniawi tidak memiliki Roh Kudus, atau jika mereka memiliki-Nya, hanyalah untuk sesaat saja. Roh Kudus tidak tinggal dalam mereka; hiruk-pikuk dunia mengusir-Nya pergi. Seorang Kristen yang dibimbing oleh Roh Kudus tidak sulit meninggalkan kesenangan-kesenangan duniawi guna mengejar kesenangan-kesenangan surgawi; ia tahu perbedaan antara keduanya. Mata dunia tidak dapat melihat lebih jauh dari kehidupan sekarang, seperti mata kita tidak dapat melihat dinding ini apabila pintu gereja ditutup. Mata seorang Kristen melihat jauh ke dalam keabadian. Bagi dia yang menyerahkan dirinya dalam bimbingan Roh kudus, tampaknya tak ada dunia; sebab di dunia tampaknya tidak ada Tuhan…. Oleh sebab itu, patutlah kita menemukan siapakah yang membimbing kita. Jika kita dibimbing bukan oleh Roh Kudus, usaha kita akan sia-sia belaka; tidak ada arti atau keselamatan dalam segala hal yang kita lakukan. Jika kita dibimbing oleh Roh Kudus, kita mencicipi kemanisan yang nikmat … yang cukup membuat kita mati karena bahagia!
Mereka yang dibimbing oleh Roh Kudus mengalami segala macam kebahagiaan dalam dirinya, sementara orang-orang Kristen yang tidak taat berguling-guling dalam duri dan api. Jiwa di mana Roh Kudus tinggal tak akan pernah bosan dalam kehadiran Allah; hatinya memancarkan napas kasih. Tanpa Roh Kudus, kita bagaikan batu-batu di jalan…. Genggam dalam tanganmu satu sepon penuh air dan dalam tanganmu yang lain beberapa kerikil; kemudian peras keduanya. Tak ada yang keluar dari kerikil-kerikil itu, tetapi dari sepon akan keluar banyak air. Sepon itu bagaikan jiwa yang dipenuhi Roh Kudus, dan batu itu bagaikan jiwa yang dingin membatu di mana Roh Kudus tidak dapat tinggal.
Jiwa yang dirasuki Roh Kudus menikmati kemanisan doa, hingga ia mendapati waktu selalu terlalu singkat; jiwa tidak pernah kehilangan kehadiran Allah. Jiwa yang demikian, di hadapan Juruselamat kita yang baik dalam Sakramen Kudus di Altar, bagaikan anggur-anggur ranum di bawah alat peras. Roh Kudus membentuk pikiran dan mengilhami kata-kata dalam hati orang-orang benar …. Mereka yang memiliki Roh Kudus tidak melakukan yang jahat; segala buah-buah Roh Kudus baik adanya. Tanpa Roh Kudus segalanya dingin; karenanya, apabila kita merasa kehilangan semangat doa, haruslah kita bergegas mendaraskan novena kepada Roh Kudus mohon iman dan cinta…. Lihat, apabila kita selesai melakukan retret, kita dipenuhi hasrat-hasrat baik: hasrat-hasrat baik ini adalah napas Roh Kudus, yang mengunjungi jiwa-jiwa kita, dan memperbaharui segala sesuatu, seperti angin sepoi-sepoi yang melelehkan es dan membawa kembali musim semi …. Kalian yang bukan para kudus yang hebat, kalian masih punya banyak waktu untuk menikmati kemanisan doa dan kehadiran Allah: inilah kunjungan-kunjungan Roh Kudus. Jika kita memiliki Roh Kudus, hati kita berkembang - bermandikan kasih ilahi. Seekor ikan tidak pernah mengeluh karena terlalu banyak air, demikian juga seorang Kristen yang baik tidak pernah mengeluh karena melewatkan terlalu banyak waktu dengan Allah yang baik. Sebagian orang menganggap agama itu menjemukan, dan itu karena mereka tidak memiliki Roh Kudus dalam diri mereka.
Jika jiwa-jiwa terkutuk itu ditanya: Mengapa kalian berada di neraka? mereka akan menjawab: karena kami menolak Roh Kudus. Dan apabila para kudus ditanya: Mengapa kalian berada di surga? mereka akan menjawab: karena kami mendengarkan bimbingan Roh Kudus. Jika pemikiran-pemikiran yang baik terlintas di benak kita, itulah Roh Kudus yang mengunjungi kita. Roh Kudus adalah kekuatan. Roh Kudus yang menopang St. Simeon di tiang penyiksaan; Ia yang menopang para martir. Tanpa Roh Kudus, para martir pastilah jatuh berguguran bagai daun-daun berguguran dari pohonnya. Ketika api dinyalakan atas mereka, Roh Kudus memadamkan panas kobaran api dengan kobaran cinta ilahi. Allah yang baik, ketika mengutus Roh Kudus-Nya kepada kita, berlaku bagaikan seorang raja agung yang hendak mengirimkan utusannya untuk membimbing salah satu orangnya, dengan mengatakan, “Engkau akan menemani orang ini ke mana pun ia pergi, dan engkau akan membawanya kembali kepadaku dalam keadaan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun.” Betapa indahnya, anak-anakku, disertai oleh Roh Kudus! Ia sungguh seorang Pembimbing yang luar biasa; dan bayangkan bahwa ada sebagian orang yang menolak bimbingan-Nya. Roh Kudus itu bagaikan seorang dengan kereta kuda yang hendak membawa kita pergi. Yang perlu kita lakukan hanyalah menjawab “ya”, dan naik ke dalam kereta. Sungguh, adalah hal yang mudah mengatakan “ya”!.... Nah, Roh Kudus hendak membawa kita ke surga; dan kita hanya perlu mengatakan “ya”, serta membiarkan-Nya membawa kita ke sana.
Roh Kudus itu bagaikan seorang tukang kebun yang mengolah jiwa kita…. Roh Kudus itu pelayan kita…. Tersedia senapan; baik, engkau mengisinya, tetapi haruslah ada orang yang menarik pelatuknya serta menembakkannya.... Demikian juga, dalam diri kita ada kekuatan untuk melakukan yang baik… ketika Roh Kudus mendorong kita, perbuatan-perbuatan baik dihasilkan. Roh kudus tinggal dalam jiwa orang-orang benar bagaikan merpati tinggal dalam sarangnya. Ia membangkitkan hasrat-hasrat baik dalam jiwa yang murni, bagaikan merpati menetaskan anak-anaknya. Roh Kudus membimbing kita seperti seorang ibu menggenggam tangan anaknya yang berumur dua tahun, bagaikan seorang yang dapat melihat membimbing seorang yang buta.
Turunnya Roh Kudus diperlukan, guna mendatangkan buah-buah rahmat yang berlimpah. Bagaikan sebutir gandum - kalian melemparkannya ke atas tanah; ya, tapi diperlukan matahari dan hujan agar membuatnya tumbuh dan menghasilkan buah. Patutlah setiap pagi kita berseru, “O Tuhan, utuslah Roh Kudus-Mu kepadaku untuk mengajarkan siapa aku dan siapa Engkau.”Sakramen-sakramen yang Tuhan tetapkan tidak akan dapat menyelamatkan kita tanpa Roh Kudus. Bahkan wafat Kristus tidak akan ada gunanya bagi kita tanpa Dia. Karenanya, Kristus mengatakan kepada para rasul-Nya,
sumber : “Catechism on The Holy Spirit by Saint John Vianney”; www.catholic-forum.com
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan
Sabtu, 04 Juni 2011
MEMINTA DALAM NAMA YESUS
Yoh.16:23b-28;
Tanpa mengatakan bahwa apa yang kita lakukan selama ini keliru bahkan salah ketika kita selalu mengakhiri doa-doa kita dengan menyebut kalimat ini; “Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami,” atau “Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami,” dan beberapa rumusan semirip lainnya. Dan, tentunya harapan besar dibalik ini yakni “agar apa yang kita minta kepada Bapa dalam dan melalui Nama Yesus, diberikan kepada kita.” Banyak orang telah membuktikan bahwa permintaan dalam Nama Yesus selalu dikabulkan oleh Allah, namun tidak sedikit juga yang kecewa karena telah meminta dan memohon dalam nama yang sama tapi apa yang mereka minta belum dan bahkan tidak pernah didapatkan, padahal mereka telah percaya dengan sungguh-sungguh akan sabda Yesus hari ini “segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa dalam dan melalui Nama-Ku, akan diberikan kepadamu.”
Pertanyaan yang muncul dan menjadi titik permenungan kita di hari ini yakni; “Apa artinya meminta dalam dan melalui nama Yesus?” Kadang kita kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan karena Tuhan tidak mau memberikan apa yang kita mintakan tapi kita salah menafsirkan dan memaknai makna terdalam dari meminta sesuatu dalam dan melalui Nama Yesus. Kita selalu menyempitkan penafsiran kita pada yang satu ini, kalau kita meminta sesuatu dalam dan melalui Nama Yesus, maka Allah harus mengabulkannya. Namun ketika permohonan kita tidak dikabulkan maka bisa saja yang ini muncul dalam hati dan pikiran kita, entahkah Allah memang kikir atau kah Nama Yesus bukanlah jaminan di hadapan Allah. Seorang teman sekarang hilang harapan dan mulai meninggalkan iman katoliknya hanya karena ia merasa bahwa segala sesuatu yang dimintakan kepada Tuhan dalam nama Yesus tak pernah diberikan kepadanya. Sedangkan yang lain bersaksi bahwa ketika ia meminta sebagai orang katolik permintaannya tak pernah dikabulkan, akan tetapi ketika ia berpindah agama maka hampir semua permintaannya dikabulkan. Memang iblis tahu apa yang dapat memisahkan manusia dengan Allah. Sayangnya, banyak orang membiarkan hati dan pikirannya menjadi istana iblis untuk memuaskan keinginan duniawinya.
Meminta dalam dan melalui Nama Yesus bukan semata agar permohonan kita dikabulkan tapi lebih “agar Allah Bapa memberikan kepada kita sikap dan kepribadian, ketabahan dan kesetian Sang Putra, Yesus kepada kita.” Itulah alasannya mengapa dalam Injil kemarin Yesus mengatakan bahwa jika engkau telah memiliki Diri-Nya, maka tidak akan ada orang dapat mengambilnya dari padamu, kecuali kalau memang engkau sendiri mengizinkannya. Memiliki Yesus adalah alasan bagi kita untuk bergembira dan bersuka cita walaupun kadang harus kita temukan seperti biji manis durian dalam bungkusan kulit yang berduri (ingat renungan malam kemarin), karena Dialah jalan lurus menuju Bapa tanpa pakai koneksi atau agen atau calo-calo khusus.
Saya selalu yakin bahwa ucapan syukur adalah gerbang untuk mendapatkan rahmat yang baru, lebih daripada kecenderungan kita mengajari dan memberitahu Allah tentang apa yang kita inginkan dan butuhkan. Meminta dalam dan melalui nama Yesus berarti kita memohon agar Allah Bapa memberikan hati dan pikiran Yesus kepada kita, sehingga kita pun dengan bangga menyebut Allah sebagai Abba, Bapa seperti di taman Getzemani dan bukit Kalvari. Hanya mau mengingatkanmu bahwa baik di taman Getzemani maupun bukit Kalvari, Allah Bapa tidak memberikan sepatah kata pun kepada Yesus, Putra-Nya seperti pengalaman sungai Yordan dan gunung Tabor. Meskipun demikian, diam-Nya Bapa, adalah jawaban pasti bagi Sang Putra bahwa kemuliaan dan mahkota kemenangan sedang menantikan-Nya.
Dengan demikian, cobalah dalam doamu di hari-hari selanjutnya, janganlah meminta apa pun dari Allah walaupun engkau sendiri merasa sangat membutuhkannya. Cukup bersyukur dan berpasrah saja kepada-Nya, karena sesungguhnya, Allah tahu apa yang kamu butuhkan sebelum kamu memintanya dalam doa-doamu. Akhirnya, saya mau yakinkan saudara-saudari sekalian bahwa “diambang batas kemampuan kita untuk berharap, sebenarnya ada kasih yang siap menyapamu.” Itulah Yesus dengan kasih-Nya yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat,
***Duc in Altum***
sumber: catatan facebook fan page Gereja Katolik
Tanpa mengatakan bahwa apa yang kita lakukan selama ini keliru bahkan salah ketika kita selalu mengakhiri doa-doa kita dengan menyebut kalimat ini; “Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami,” atau “Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami,” dan beberapa rumusan semirip lainnya. Dan, tentunya harapan besar dibalik ini yakni “agar apa yang kita minta kepada Bapa dalam dan melalui Nama Yesus, diberikan kepada kita.” Banyak orang telah membuktikan bahwa permintaan dalam Nama Yesus selalu dikabulkan oleh Allah, namun tidak sedikit juga yang kecewa karena telah meminta dan memohon dalam nama yang sama tapi apa yang mereka minta belum dan bahkan tidak pernah didapatkan, padahal mereka telah percaya dengan sungguh-sungguh akan sabda Yesus hari ini “segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa dalam dan melalui Nama-Ku, akan diberikan kepadamu.”
Pertanyaan yang muncul dan menjadi titik permenungan kita di hari ini yakni; “Apa artinya meminta dalam dan melalui nama Yesus?” Kadang kita kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan karena Tuhan tidak mau memberikan apa yang kita mintakan tapi kita salah menafsirkan dan memaknai makna terdalam dari meminta sesuatu dalam dan melalui Nama Yesus. Kita selalu menyempitkan penafsiran kita pada yang satu ini, kalau kita meminta sesuatu dalam dan melalui Nama Yesus, maka Allah harus mengabulkannya. Namun ketika permohonan kita tidak dikabulkan maka bisa saja yang ini muncul dalam hati dan pikiran kita, entahkah Allah memang kikir atau kah Nama Yesus bukanlah jaminan di hadapan Allah. Seorang teman sekarang hilang harapan dan mulai meninggalkan iman katoliknya hanya karena ia merasa bahwa segala sesuatu yang dimintakan kepada Tuhan dalam nama Yesus tak pernah diberikan kepadanya. Sedangkan yang lain bersaksi bahwa ketika ia meminta sebagai orang katolik permintaannya tak pernah dikabulkan, akan tetapi ketika ia berpindah agama maka hampir semua permintaannya dikabulkan. Memang iblis tahu apa yang dapat memisahkan manusia dengan Allah. Sayangnya, banyak orang membiarkan hati dan pikirannya menjadi istana iblis untuk memuaskan keinginan duniawinya.
Meminta dalam dan melalui Nama Yesus bukan semata agar permohonan kita dikabulkan tapi lebih “agar Allah Bapa memberikan kepada kita sikap dan kepribadian, ketabahan dan kesetian Sang Putra, Yesus kepada kita.” Itulah alasannya mengapa dalam Injil kemarin Yesus mengatakan bahwa jika engkau telah memiliki Diri-Nya, maka tidak akan ada orang dapat mengambilnya dari padamu, kecuali kalau memang engkau sendiri mengizinkannya. Memiliki Yesus adalah alasan bagi kita untuk bergembira dan bersuka cita walaupun kadang harus kita temukan seperti biji manis durian dalam bungkusan kulit yang berduri (ingat renungan malam kemarin), karena Dialah jalan lurus menuju Bapa tanpa pakai koneksi atau agen atau calo-calo khusus.
Saya selalu yakin bahwa ucapan syukur adalah gerbang untuk mendapatkan rahmat yang baru, lebih daripada kecenderungan kita mengajari dan memberitahu Allah tentang apa yang kita inginkan dan butuhkan. Meminta dalam dan melalui nama Yesus berarti kita memohon agar Allah Bapa memberikan hati dan pikiran Yesus kepada kita, sehingga kita pun dengan bangga menyebut Allah sebagai Abba, Bapa seperti di taman Getzemani dan bukit Kalvari. Hanya mau mengingatkanmu bahwa baik di taman Getzemani maupun bukit Kalvari, Allah Bapa tidak memberikan sepatah kata pun kepada Yesus, Putra-Nya seperti pengalaman sungai Yordan dan gunung Tabor. Meskipun demikian, diam-Nya Bapa, adalah jawaban pasti bagi Sang Putra bahwa kemuliaan dan mahkota kemenangan sedang menantikan-Nya.
Dengan demikian, cobalah dalam doamu di hari-hari selanjutnya, janganlah meminta apa pun dari Allah walaupun engkau sendiri merasa sangat membutuhkannya. Cukup bersyukur dan berpasrah saja kepada-Nya, karena sesungguhnya, Allah tahu apa yang kamu butuhkan sebelum kamu memintanya dalam doa-doamu. Akhirnya, saya mau yakinkan saudara-saudari sekalian bahwa “diambang batas kemampuan kita untuk berharap, sebenarnya ada kasih yang siap menyapamu.” Itulah Yesus dengan kasih-Nya yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat,
***Duc in Altum***
sumber: catatan facebook fan page Gereja Katolik
Kamis, 12 Mei 2011
SEBATANG PENSIL (Cerita Ilustrasi)
2 Korintus 3:2
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.
Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. (Petrus Kwik/Renunganharian.net)
Sudahkah kita menjadi seperti pensil yang mau menjalani proses pengeratan sehingga bisa digunakan dan berdampak?
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.
Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. (Petrus Kwik/Renunganharian.net)
Sudahkah kita menjadi seperti pensil yang mau menjalani proses pengeratan sehingga bisa digunakan dan berdampak?
Taat Bukan Soal Kecil
Lukas 6:49
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Mukjizat Lima Roti dan Dua Ikan
Amsal 11:25
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Rabu, 27 April 2011
Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? "
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4.
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4.
Selasa, 26 April 2011
Alasan Mengapa Tanggal untuk Paskah Berbeda-Beda
Jumat Agung adalah hari Jumat sebelum Paskah, yang perhitungan tanggalnya berbeda antara Gereja Timur dan Gereja Barat dan ini juga berarti Paskah pun dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda. Perhitungan tanggal ini dinamakan dengan computus yang berarti ‘komputasi’ atau ‘perhitungan’. Nama prosedur ini telah dipakai sejak Abad Pertengahan di Eropa dan merupakan salah satu cara penghitungan kalender terpenting. Rumus utamanya adalah hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah hari keempat belas pada bulan kamariyah (bulan pertama) yang jatuh pada atau setelah 21 Maret (yaitu tanggal titik Musim Semi Matahari gerejawi).
Perbedaan pada Gereja Timur dan Gereja Barat adalah Gereja Ortodoks Timur menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Julian, sedangkan Gereja Katolik Roma menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Gregorian yang lebih modern dan lebih luas pemakaiannya. Dengan demikian, bulan purnama gereja timur biasanya jatuh 4-5 hari setelah bulan purnama gereja barat.
Karena itu, Paskah di Gereja Barat dapat jatuh antara tanggal 22 Maret sampai 25 April, maka Jumat Agung jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Di gereja timur, Paskah jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (tapi menurut kalender Gregorian berarti tanggal 4 April sampai 8 Mei) dan Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April sampai 5 Mei menurut kalender Gregorian).
Untuk Paskah secara internasional, digunakan penanggalan secara Gregorian, penanggalan yang lebih populer dibandingkan penanggalan Julian. Untuk memperhitungkan tanggal perayaan Paskah, gereja Kristen menggunakan hari bulan purnama ‘gerejawi’ baik Julian maupun Gregorian tersebut, bukan bulan purnama astronomi. Perbedaan inilah yang menyebabkan kenapa Jumat Agung dan Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda dalam kalender astronomi yang dipakai secara umum.
Jadi, jangan bingung atau penasaran lagi kenapa perayaan Paskah bisa berbeda-beda tanggalnya, padahal Yesus bangkit di hanya dalam satu hari tertentu. Hal ini hanya karena pengaturan gereja semata. Baik bagi kita untuk mengenal segala sesuatu yang berhubungan dengan iman yang kita pegang, seperti pengetahuan tentang Paskah ini. Tapi yang paling penting tentu saja kita perlu mengenal Pribadi yang kita sembah dengan lebih baik lagi setiap harinya.
Source : wikipedia/lh3
Perbedaan pada Gereja Timur dan Gereja Barat adalah Gereja Ortodoks Timur menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Julian, sedangkan Gereja Katolik Roma menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Gregorian yang lebih modern dan lebih luas pemakaiannya. Dengan demikian, bulan purnama gereja timur biasanya jatuh 4-5 hari setelah bulan purnama gereja barat.
Karena itu, Paskah di Gereja Barat dapat jatuh antara tanggal 22 Maret sampai 25 April, maka Jumat Agung jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Di gereja timur, Paskah jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (tapi menurut kalender Gregorian berarti tanggal 4 April sampai 8 Mei) dan Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April sampai 5 Mei menurut kalender Gregorian).
Untuk Paskah secara internasional, digunakan penanggalan secara Gregorian, penanggalan yang lebih populer dibandingkan penanggalan Julian. Untuk memperhitungkan tanggal perayaan Paskah, gereja Kristen menggunakan hari bulan purnama ‘gerejawi’ baik Julian maupun Gregorian tersebut, bukan bulan purnama astronomi. Perbedaan inilah yang menyebabkan kenapa Jumat Agung dan Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda dalam kalender astronomi yang dipakai secara umum.
Jadi, jangan bingung atau penasaran lagi kenapa perayaan Paskah bisa berbeda-beda tanggalnya, padahal Yesus bangkit di hanya dalam satu hari tertentu. Hal ini hanya karena pengaturan gereja semata. Baik bagi kita untuk mengenal segala sesuatu yang berhubungan dengan iman yang kita pegang, seperti pengetahuan tentang Paskah ini. Tapi yang paling penting tentu saja kita perlu mengenal Pribadi yang kita sembah dengan lebih baik lagi setiap harinya.
Source : wikipedia/lh3
Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!
Pada hari Yesus disalibkan, kekelaman menutupi matahari dan membungkus Yerusalem dalam kegelapan yang jahat. Seolah-olah setiap orang bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kegelapan, iblis dan maut telah mengalahkan Anak Allah untuk selamanya.
Perlu saya akui bahwa 3D (darkness, devil, death) itu melandasi hampir semua kekuatiran yang saya alami. Saya menguatirkan death [maut]—terutama kematian orang-orang yang saya kasihi. Saya kuatir pada darkness [kegelapan], baik yang alamiah maupun yang rohaniah. Saya juga kuatir pada hal-hal yang akan dilakukan oleh devil [iblis].
Iblis, kegelapan dan maut... ketiganya bekerja dengan giat di sepanjang pelayanan Yesus yang berpuncak pada hari yang panjang dan menyengsarakan itu. Namun, hal yang luput dari pengamatan orang-orang adalah bahwa kematian Mesias itu justru menghunjam jantung sang iblis.
Tiga hari setelah Yesus dibaringkan dalam kubur, pada Minggu pagi, Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain pergi kekuburan. Saat mendekati kuburan tersebut, mereka dapati bahwa batu besar penutup pintu kuburan telah tersingkir. Maria Magdalena segera lari memberitahukan Petrus dan Yohanes, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." (Yohanes 20:2).
Saat Maria Magdalena pergi, salah satu dari perempuan yang tinggal itu mendekati kuburan. Lubang pintu kuburan itu terbuka. Bagian dalam kuburan itu sendiri tetap seperti sedia kala, hanya saja sudah kosong. Tidak ada jenazah di sana. Mereka terheran sesaat, sampai kemudian menyadari keberadaan dua malaikat di belakang mereka. Yang satu duduk di atas batu sedangkan yang seorang lagi berdiri di dekatnya. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." (Lukas 24:5-6).
Saat mereka berlari dari kuburan itu, mereka bertemu seseorang yang meredakan ketakutan mereka. "Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'Salam bagimu.' ... 'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.'" (Matius 28:9-10).
Saat para perempuan itu menceritakan apa yang telah terjadi, para murid menganggap itu hanya omongan orang gila, celotehan tanpa arti. Sementara itu, Maria Magdalena menemui Petrus dan Yohanes. Pada awalnya, mereka juga mengabaikan ceritanya, namun rasa ingin tahu akhirnya mendorong mereka untuk lari ke kuburan.
Saat Yohanes tiba, dia berhenti di pintu masuk dan melihat ke dalam. Petrus berlari masuk ke dalam dan dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Saat masuk bersama Petrus ke dalam kuburan, saya senang membayangkan bahwa Yohanes berbisik kepada Petrus, "Dia hidup!"
Saat berita itu tersebar, banyak murid lalu berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem. Dalam keadaan pintu rumah itu terkunci, tiba-tiba terdengar suara di tengah ruangan, "'Damai sejahtera bagi kamu!' Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka." (Yohanes 20:19-20). Lalu mereka percaya.
Sayangnya, Tomas—salah satu dari kedua belas murid—saat itu tidak berada di sana. Saat dia tiba, semua orang bercerita kepadanya tentang kejadian tersebut. Tomas tidak mau percaya. "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25).
Delapan hari kemudian, ketika Tomas sedang berada di rumah itu, dengan pintu yang terkunci lebih rapat dari sebelumya, "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:26). Yesus kembali berdiri di tengah ruangan, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27). Tomas tidak bergerak. Dia bahkan tidak mengangkat satu jari pun. Dia menjawab seperti lazimnya seorang murid Yesus mampu menjawab, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).
Tanggapan orang-orang yang akrab dengan Yesus, pada Minggu pagi itu, sama dengan reaksi yang saya temui setiap hari sebagai seorang pemberita kabar baik di zaman modern ini.
Ada yang langsung percaya. Mereka menerima informasi tersebut, mengingat lagi akan hal-hal yang telah dinubuatkan oleh Yesus selama pelayanannya, dan menerima kebangkitan-nya sebagai hal yang benar-benar terjadi.
Ada yang percaya lewat bukti tidak langsung. Awalnya mereka meragukan cerita ini, namun setelah menerima informasi lainnya—misalnya dengan melihat kuburan yang telah kosong itu—lalu tahulah mereka bahwa Yesus telah bangkit.
Ada yang percaya lewat bukti-bukti langsung. Mereka baru percaya bahwa Yesus telah bangkit setelah melihat Kristus secara langsung.
Demon (iblis), darkness (kegelapan) dan death (maut) telah dikalahkan, namun mereka masih melampiaskan kebencian mereka yang meluap-luap terhadap ciptaan Allah. Tetapi jangan kuatir... Yesus hidup dengan hidup baru yang benar-benar ingin dia bagikan kepada siapa saja yang percaya. Apakah Anda termasuk yang percaya? Atau apakah Anda sekarang sadar bahwa Anda butuh Juruselamat? Kesadaran yang bagus buat Anda!
Devil [iblis], darkness [kegelapan] dan death [maut] boleh saja menggertak dan membual, kepedihan hidup mungkin masih akan menghunjam dalam beberapa waktu, akan tetapi bala tentara kejahatan sedang menghembuskan nafas terakhir mereka. Jadi, tak ada yang perlu dikuatirkan... Dia telah bangkit! Dia memang telah bangkit!
dikutip dari: fan page Selamat Pagi Roh Kudus
Oleh: Charles R. Swindoll
Perlu saya akui bahwa 3D (darkness, devil, death) itu melandasi hampir semua kekuatiran yang saya alami. Saya menguatirkan death [maut]—terutama kematian orang-orang yang saya kasihi. Saya kuatir pada darkness [kegelapan], baik yang alamiah maupun yang rohaniah. Saya juga kuatir pada hal-hal yang akan dilakukan oleh devil [iblis].
Iblis, kegelapan dan maut... ketiganya bekerja dengan giat di sepanjang pelayanan Yesus yang berpuncak pada hari yang panjang dan menyengsarakan itu. Namun, hal yang luput dari pengamatan orang-orang adalah bahwa kematian Mesias itu justru menghunjam jantung sang iblis.
Tiga hari setelah Yesus dibaringkan dalam kubur, pada Minggu pagi, Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain pergi kekuburan. Saat mendekati kuburan tersebut, mereka dapati bahwa batu besar penutup pintu kuburan telah tersingkir. Maria Magdalena segera lari memberitahukan Petrus dan Yohanes, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." (Yohanes 20:2).
Saat Maria Magdalena pergi, salah satu dari perempuan yang tinggal itu mendekati kuburan. Lubang pintu kuburan itu terbuka. Bagian dalam kuburan itu sendiri tetap seperti sedia kala, hanya saja sudah kosong. Tidak ada jenazah di sana. Mereka terheran sesaat, sampai kemudian menyadari keberadaan dua malaikat di belakang mereka. Yang satu duduk di atas batu sedangkan yang seorang lagi berdiri di dekatnya. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." (Lukas 24:5-6).
Saat mereka berlari dari kuburan itu, mereka bertemu seseorang yang meredakan ketakutan mereka. "Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'Salam bagimu.' ... 'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.'" (Matius 28:9-10).
Saat para perempuan itu menceritakan apa yang telah terjadi, para murid menganggap itu hanya omongan orang gila, celotehan tanpa arti. Sementara itu, Maria Magdalena menemui Petrus dan Yohanes. Pada awalnya, mereka juga mengabaikan ceritanya, namun rasa ingin tahu akhirnya mendorong mereka untuk lari ke kuburan.
Saat Yohanes tiba, dia berhenti di pintu masuk dan melihat ke dalam. Petrus berlari masuk ke dalam dan dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Saat masuk bersama Petrus ke dalam kuburan, saya senang membayangkan bahwa Yohanes berbisik kepada Petrus, "Dia hidup!"
Saat berita itu tersebar, banyak murid lalu berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem. Dalam keadaan pintu rumah itu terkunci, tiba-tiba terdengar suara di tengah ruangan, "'Damai sejahtera bagi kamu!' Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka." (Yohanes 20:19-20). Lalu mereka percaya.
Sayangnya, Tomas—salah satu dari kedua belas murid—saat itu tidak berada di sana. Saat dia tiba, semua orang bercerita kepadanya tentang kejadian tersebut. Tomas tidak mau percaya. "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25).
Delapan hari kemudian, ketika Tomas sedang berada di rumah itu, dengan pintu yang terkunci lebih rapat dari sebelumya, "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:26). Yesus kembali berdiri di tengah ruangan, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27). Tomas tidak bergerak. Dia bahkan tidak mengangkat satu jari pun. Dia menjawab seperti lazimnya seorang murid Yesus mampu menjawab, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).
Tanggapan orang-orang yang akrab dengan Yesus, pada Minggu pagi itu, sama dengan reaksi yang saya temui setiap hari sebagai seorang pemberita kabar baik di zaman modern ini.
Ada yang langsung percaya. Mereka menerima informasi tersebut, mengingat lagi akan hal-hal yang telah dinubuatkan oleh Yesus selama pelayanannya, dan menerima kebangkitan-nya sebagai hal yang benar-benar terjadi.
Ada yang percaya lewat bukti tidak langsung. Awalnya mereka meragukan cerita ini, namun setelah menerima informasi lainnya—misalnya dengan melihat kuburan yang telah kosong itu—lalu tahulah mereka bahwa Yesus telah bangkit.
Ada yang percaya lewat bukti-bukti langsung. Mereka baru percaya bahwa Yesus telah bangkit setelah melihat Kristus secara langsung.
Demon (iblis), darkness (kegelapan) dan death (maut) telah dikalahkan, namun mereka masih melampiaskan kebencian mereka yang meluap-luap terhadap ciptaan Allah. Tetapi jangan kuatir... Yesus hidup dengan hidup baru yang benar-benar ingin dia bagikan kepada siapa saja yang percaya. Apakah Anda termasuk yang percaya? Atau apakah Anda sekarang sadar bahwa Anda butuh Juruselamat? Kesadaran yang bagus buat Anda!
Devil [iblis], darkness [kegelapan] dan death [maut] boleh saja menggertak dan membual, kepedihan hidup mungkin masih akan menghunjam dalam beberapa waktu, akan tetapi bala tentara kejahatan sedang menghembuskan nafas terakhir mereka. Jadi, tak ada yang perlu dikuatirkan... Dia telah bangkit! Dia memang telah bangkit!
dikutip dari: fan page Selamat Pagi Roh Kudus
Oleh: Charles R. Swindoll
Aku Tak Sanggup TanpaMu
Di saat aku harus menapaki jalan hidupku
dengan semangat yang patah dan lemah
aku memandang Tuhan dan berseru
"Tuhan, aku tidak sanggup melewati ini semua tanpaMu"
Tuhan memandangku dan dengan lembut berkata
"Sesungguhnya Aku menyertai engkau"
"dan Aku akan melindungi engkau"
"ke mana pun engkau pergi"
"dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini"
"sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau"
"melainkan tetap melakukan apa yang kujanjikan kepadamu"
~Kej 28:15~
Aku menjadi tersadar akan kebaikan dan kasihNya dalam hidupku
saat itu juga Tuhan membarui semangatku
dan menguatkan hatiku
Aku percaya Tuhan yang menyertaiku
Aku percaya Tuhan yang melindungiku
ke mana pun aku menapaki jalan hidupku
Tuhan yang akan membawaku kepadaNya
Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Tuhan yang akan menggenapi rencanaNya dalam hidupku.
dengan semangat yang patah dan lemah
aku memandang Tuhan dan berseru
"Tuhan, aku tidak sanggup melewati ini semua tanpaMu"
Tuhan memandangku dan dengan lembut berkata
"Sesungguhnya Aku menyertai engkau"
"dan Aku akan melindungi engkau"
"ke mana pun engkau pergi"
"dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini"
"sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau"
"melainkan tetap melakukan apa yang kujanjikan kepadamu"
~Kej 28:15~
Aku menjadi tersadar akan kebaikan dan kasihNya dalam hidupku
saat itu juga Tuhan membarui semangatku
dan menguatkan hatiku
Aku percaya Tuhan yang menyertaiku
Aku percaya Tuhan yang melindungiku
ke mana pun aku menapaki jalan hidupku
Tuhan yang akan membawaku kepadaNya
Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Tuhan yang akan menggenapi rencanaNya dalam hidupku.
Rabu, 13 April 2011
Menyanyi Bagi Tuhan
Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai (Mazmur 30:6)
Penderitaan adalah bagaikan orang asing yang mencurigakan, yang mengetuk pintu rumah Anda. Mau tidak mau Anda harus mengizinkannya masuk karena ia terus-menerus mengetuk pintu dan tidak mau pergi. Anda merasa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang melihat kesedihan Anda dan Anda merasa kesepian tetapi Allah melihat kesedihan yang tengah Anda rasakan dan Dia mengerti.
Setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku, keluh Daud di dalam Mazmur 6:7. Tuhan telah mendengar tangisku (ayat 9). Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? (56:9). Walaupun sepanjang malam ada tangisan, itu tidak akan berlangsung selamanya, karena menjelang pagi terdengar sorak-sorai (30:6).
Seperti halnya Daud, kita ingat bahwa kasih dan kebaikan hati Allah akan berlangsung selama seumur hidup kita. Dia telah berjanji tidak akan meninggalkan maupun membiarkan kita. Manakala kasih Allah masuk ke dalam pikiran kita, kepedihan hati dan ketakutan kita akan lenyap. Ratapan kita akan diubah menjadi tarian, pakaian kabung dan derita kita akan dilepaskan, dan kita pun diikat dengan sukacita. Kita dapat bangkit untuk menyambut hari sambil menyerukan puji-pujian karena belas kasihan, tuntunan, dan perlindungan yang telah diberikan-Nya. Kita bersukacita di dalam nama-Nya yang kudus (30:12,13).
Bagaimanapun keadaan kita, marilah kita menyanyi bagi Tuhan sekali lagi!
PUJI-PUJIAN ADALAH SUARA JIWA YANG TERBEBASKAN
(Sumber: http://www.sabda.org/)
Penderitaan adalah bagaikan orang asing yang mencurigakan, yang mengetuk pintu rumah Anda. Mau tidak mau Anda harus mengizinkannya masuk karena ia terus-menerus mengetuk pintu dan tidak mau pergi. Anda merasa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang melihat kesedihan Anda dan Anda merasa kesepian tetapi Allah melihat kesedihan yang tengah Anda rasakan dan Dia mengerti.
Setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku, keluh Daud di dalam Mazmur 6:7. Tuhan telah mendengar tangisku (ayat 9). Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? (56:9). Walaupun sepanjang malam ada tangisan, itu tidak akan berlangsung selamanya, karena menjelang pagi terdengar sorak-sorai (30:6).
Seperti halnya Daud, kita ingat bahwa kasih dan kebaikan hati Allah akan berlangsung selama seumur hidup kita. Dia telah berjanji tidak akan meninggalkan maupun membiarkan kita. Manakala kasih Allah masuk ke dalam pikiran kita, kepedihan hati dan ketakutan kita akan lenyap. Ratapan kita akan diubah menjadi tarian, pakaian kabung dan derita kita akan dilepaskan, dan kita pun diikat dengan sukacita. Kita dapat bangkit untuk menyambut hari sambil menyerukan puji-pujian karena belas kasihan, tuntunan, dan perlindungan yang telah diberikan-Nya. Kita bersukacita di dalam nama-Nya yang kudus (30:12,13).
Bagaimanapun keadaan kita, marilah kita menyanyi bagi Tuhan sekali lagi!
PUJI-PUJIAN ADALAH SUARA JIWA YANG TERBEBASKAN
(Sumber: http://www.sabda.org/)
Stop Mengeluh!
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! (Filipi 4:4)
Dalam sebuah khotbahnya pada bulan Juli 2006, Pdt. Will Bowen dari Gereja One Community Spiritual Center, Kansas City, Amerika, menyerukan gerakan berhenti mengeluh. Ia lantas membagikan gelang karet berwarna ungu kepada setiap anggota jemaatnya.
Aturan mainnya sederhana, gelang itu harus dipakai terus menerus selama 21 hari di salah satu pergelangan tangan, bisa kanan atau kiri. Dan selama itu tidak boleh mengeluh. Jika hal tersebut dilanggar, maka gelang itu harus dipindahkan ke pergelangan tangan yang lain dan jumlah hari dihitung kembali lagi dari awal.
Saat ini, gelang karet itu telah tersebar sebanyak enam juta buah di seluruh dunia. Banyak orang telah merasakan perubahan positif karena menjalankan program berhenti mengeluh ini, khususnya dalam berelasi dan bekerja sama dengan orang lain.
Rupanya manusia memang cenderung lebih mudah mengeluh atau bersungut-sungut daripada bersyukur; lebih mudah melihat hal-hal yang kurang daripada hal-hal baik dalam hidupnya.
Seperti sikap umat Israel. Kasih dan pemeliharaan Tuhan kepada mereka selama berada di padang gurun begitu jelas-mulai dari mengirimkan tiang awan dan tiang api untuk menuntun mereka, sampai mengirimkan burung puyuh dan manna untuk makanan mereka-tetapi tetap saja mereka suka mengeluh.
Sikap suka mengeluh ini tidak ada gunanya. Dan Tuhan juga tidak senang. Karenanya harus dilawan; jangan dituruti, apalagi dijadikan kebiasaan. Caranya, fokuskan pikiran pada hal-hal yang baik dalam hidup ini, dan berusahalah untuk selalu berkata positif.
MENGELUH DAN BERSYUKUR ITU SOAL PILIHAN, PILIHLAH UNTUK SELALU BERSYUKUR.
Dalam sebuah khotbahnya pada bulan Juli 2006, Pdt. Will Bowen dari Gereja One Community Spiritual Center, Kansas City, Amerika, menyerukan gerakan berhenti mengeluh. Ia lantas membagikan gelang karet berwarna ungu kepada setiap anggota jemaatnya.
Aturan mainnya sederhana, gelang itu harus dipakai terus menerus selama 21 hari di salah satu pergelangan tangan, bisa kanan atau kiri. Dan selama itu tidak boleh mengeluh. Jika hal tersebut dilanggar, maka gelang itu harus dipindahkan ke pergelangan tangan yang lain dan jumlah hari dihitung kembali lagi dari awal.
Saat ini, gelang karet itu telah tersebar sebanyak enam juta buah di seluruh dunia. Banyak orang telah merasakan perubahan positif karena menjalankan program berhenti mengeluh ini, khususnya dalam berelasi dan bekerja sama dengan orang lain.
Rupanya manusia memang cenderung lebih mudah mengeluh atau bersungut-sungut daripada bersyukur; lebih mudah melihat hal-hal yang kurang daripada hal-hal baik dalam hidupnya.
Seperti sikap umat Israel. Kasih dan pemeliharaan Tuhan kepada mereka selama berada di padang gurun begitu jelas-mulai dari mengirimkan tiang awan dan tiang api untuk menuntun mereka, sampai mengirimkan burung puyuh dan manna untuk makanan mereka-tetapi tetap saja mereka suka mengeluh.
Sikap suka mengeluh ini tidak ada gunanya. Dan Tuhan juga tidak senang. Karenanya harus dilawan; jangan dituruti, apalagi dijadikan kebiasaan. Caranya, fokuskan pikiran pada hal-hal yang baik dalam hidup ini, dan berusahalah untuk selalu berkata positif.
MENGELUH DAN BERSYUKUR ITU SOAL PILIHAN, PILIHLAH UNTUK SELALU BERSYUKUR.
Bankir Yang Tidak Bisa Baca Tulis
100% Kisah Nyata
Ada seorang Yunani yang sedang melamar bekerja di sebuah perusahaan. Pada saat wawancara, pewawancaranya merasa senang dengan kepribadian orang itu dan setuju bila ia bekerja di sana. Namun setelah ditanya ternyata orang itu tidak bisa membaca ataupun menulis. Ia hanya bisa menulis namanya sendiri dan tanda tangan. Padahal pekerjaan yang dibutuhkan adalah tukang ketik. Jadi terpaksa lamarannya ditolak.
Orang itu menjadi sedih karena tidak bisa diterima bekerja di kantor itu. Singkat cerita orang itu pergi ke Amerika dan tinggal di sana. Dalam perantauannya di Amerika ia berusaha dengan keras. Ia mencoba untuk berdagang di pasar, karena berjualan di pasar tidak diperlukan surat menyurat. Dia terus berjualan dan akhirnya ia menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Saat ia mulai berhasil, ia mengembangkan usaha perkreditan dan ketika usaha perkreditannya berkembang akhirnya ia mengembangkannya menjadi bank. Dan akhirnya, orang Yunani ini menjadi seorang bankir.
Dalam kesuksesannya sebagai seorang bankir, seorang wartawan mewawancarainya dan menemukan kisahnya bahwa dulu ia tidak bisa membaca dan menulis. Wartawan itu kaget dan berkata,”Wah, bapak ini luar biasa. Tidak bisa membaca dan menulis saja bapak bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, apalagi kalau bapak bisa membaca dan menulis, pasti bapak jauh akan lebih sukses lagi.”
Mendengar pernyataan wartawan itu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata,”Tidak, kalau saya bisa membaca dan menulis sejak kecil, maka saya tidak jadi pengusaha, tapi saya hanya akan menjadi seorang tukang ketik.”
Mengapa orang yang tidak bisa membaca dan menulis ini bisa sukses? Ia berhasil karena ia memiliki keuletan dan kegigihan. Ia mau berjuang. Ia tidak mau menyerah dengan kekurangannya. Pendidikan formal memang penting, setiap zaman butuh pendidikan yang lebih tinggi untuk keberhasilan yang sama, tetapi lebih penting lagi adalah kecerdasan emosinya, karakternya, kegigihan, keuletan, ketekunan yang membuat seseorang menjadi berhasil.
Sumber : Inspirasisukseshhk.blogspot.com/Ir.Jarot Wijanarko
Ada seorang Yunani yang sedang melamar bekerja di sebuah perusahaan. Pada saat wawancara, pewawancaranya merasa senang dengan kepribadian orang itu dan setuju bila ia bekerja di sana. Namun setelah ditanya ternyata orang itu tidak bisa membaca ataupun menulis. Ia hanya bisa menulis namanya sendiri dan tanda tangan. Padahal pekerjaan yang dibutuhkan adalah tukang ketik. Jadi terpaksa lamarannya ditolak.
Orang itu menjadi sedih karena tidak bisa diterima bekerja di kantor itu. Singkat cerita orang itu pergi ke Amerika dan tinggal di sana. Dalam perantauannya di Amerika ia berusaha dengan keras. Ia mencoba untuk berdagang di pasar, karena berjualan di pasar tidak diperlukan surat menyurat. Dia terus berjualan dan akhirnya ia menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Saat ia mulai berhasil, ia mengembangkan usaha perkreditan dan ketika usaha perkreditannya berkembang akhirnya ia mengembangkannya menjadi bank. Dan akhirnya, orang Yunani ini menjadi seorang bankir.
Dalam kesuksesannya sebagai seorang bankir, seorang wartawan mewawancarainya dan menemukan kisahnya bahwa dulu ia tidak bisa membaca dan menulis. Wartawan itu kaget dan berkata,”Wah, bapak ini luar biasa. Tidak bisa membaca dan menulis saja bapak bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, apalagi kalau bapak bisa membaca dan menulis, pasti bapak jauh akan lebih sukses lagi.”
Mendengar pernyataan wartawan itu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata,”Tidak, kalau saya bisa membaca dan menulis sejak kecil, maka saya tidak jadi pengusaha, tapi saya hanya akan menjadi seorang tukang ketik.”
Mengapa orang yang tidak bisa membaca dan menulis ini bisa sukses? Ia berhasil karena ia memiliki keuletan dan kegigihan. Ia mau berjuang. Ia tidak mau menyerah dengan kekurangannya. Pendidikan formal memang penting, setiap zaman butuh pendidikan yang lebih tinggi untuk keberhasilan yang sama, tetapi lebih penting lagi adalah kecerdasan emosinya, karakternya, kegigihan, keuletan, ketekunan yang membuat seseorang menjadi berhasil.
Sumber : Inspirasisukseshhk.blogspot.com/Ir.Jarot Wijanarko
Memegang Kendali Kehidupan
Sebagai manusia, kita ingin memegang kendali dalam hidup kita sendiri. Terlebih lagi ketika seseorang menjadi pemimpin, ia memiliki kekuasaan dan memegang kendali atas banyak hal. Kita suka memegang kendali, karena kita bisa menentukan sesuatu, kita bisa meneriakkan perintah-perintah. Kita bisa memutuskan saat diperlukan, tidak perlu menunggu. Kita ingin apa yang kita mau, tersedia atau dilakukan ketika kita menginginkannya.
Tapi sayangnya, kita tidak selalu memegang kendali dalam kehidupan ini. Ada saatnya dimana kita lelah, letih dan tidak mampu lagi memegang kendali. Kita lupa bahwa ada satu pribadi yang memegang kendali atas kehidupan ini, Tuhan. Sering kali kita lupa bahwa Tuhanlah pemegang kendali atas seluruh kehidupan kita, itu sebabnya kita sering kelelahan dan merasa tidak berdaya ketika sesuatu terjadi di luar kendali dan keinginan kita. Mari kita belajar tentang tiga hal yang akan kita alami ketika Allah yang memegang kendali dalam hidup kita.
1. Belajar rendah hati.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. ~ Yesaya 55:8-9
“Jika jalan-jalan Allah lebih tinggi daripada jalan-jalan saya, maka apapun yang Dia izinkan terjadi, saya akan tunduk di hadapan-Nya di dalam ketaatan.” Jika Anda mengambil langkah ini, hasilnya adalah sikap rendah hati di hadapan Allah karena Anda mengakui dan mempercayai bahwa Dia yang mengendalikan dan berdaulat atas hidup Anda. Percayalah, ketika Anda menyerahkan kendali kehidupan Anda ketangan Tuhan, rencana-Nya atas hidup Anda adalah sebuah rencana yang indah.
2. Mengalami kelegaan
Ketika Anda tahu bahwa Tuhan yang memegang kendali, Anda pasti tahu bahwa Anda aman ditangan-Nya. Pada akhirnya Anda bisa rileks, santai dan merasakan kelegaan. Yang perlu Anda lakukan adalah taat pada tuntunan Tuhan saja.
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. ~ Mazmur 139:2-4
3. Menemukan semua jawaban atas setiap pertanyaan.
Ketika Anda menyerahkan kendali kepada Tuhan, Dia akan menuntun Anda dan mengajarkan kepada Anda jalan-jalan-Nya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjadi seorang murid yang baik, rendah hati, tunduk dan taat pada perintah-Nya. Semua itu adalah sebuah proses, karena kita adalah seorang murid, hal tersebut adalah proses pembelajaran hidup.
Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus. ~ Efesus 1:9
Sikap Anda akan menentukan kehidupan Anda, demikian juga dengan pilihan Anda dalam menentukan sikap apakah akan menyerahkan kendali hidup Anda pada Tuhan atau tetap Anda kendalikan sendiri.
Tapi sayangnya, kita tidak selalu memegang kendali dalam kehidupan ini. Ada saatnya dimana kita lelah, letih dan tidak mampu lagi memegang kendali. Kita lupa bahwa ada satu pribadi yang memegang kendali atas kehidupan ini, Tuhan. Sering kali kita lupa bahwa Tuhanlah pemegang kendali atas seluruh kehidupan kita, itu sebabnya kita sering kelelahan dan merasa tidak berdaya ketika sesuatu terjadi di luar kendali dan keinginan kita. Mari kita belajar tentang tiga hal yang akan kita alami ketika Allah yang memegang kendali dalam hidup kita.
1. Belajar rendah hati.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. ~ Yesaya 55:8-9
“Jika jalan-jalan Allah lebih tinggi daripada jalan-jalan saya, maka apapun yang Dia izinkan terjadi, saya akan tunduk di hadapan-Nya di dalam ketaatan.” Jika Anda mengambil langkah ini, hasilnya adalah sikap rendah hati di hadapan Allah karena Anda mengakui dan mempercayai bahwa Dia yang mengendalikan dan berdaulat atas hidup Anda. Percayalah, ketika Anda menyerahkan kendali kehidupan Anda ketangan Tuhan, rencana-Nya atas hidup Anda adalah sebuah rencana yang indah.
2. Mengalami kelegaan
Ketika Anda tahu bahwa Tuhan yang memegang kendali, Anda pasti tahu bahwa Anda aman ditangan-Nya. Pada akhirnya Anda bisa rileks, santai dan merasakan kelegaan. Yang perlu Anda lakukan adalah taat pada tuntunan Tuhan saja.
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. ~ Mazmur 139:2-4
3. Menemukan semua jawaban atas setiap pertanyaan.
Ketika Anda menyerahkan kendali kepada Tuhan, Dia akan menuntun Anda dan mengajarkan kepada Anda jalan-jalan-Nya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menjadi seorang murid yang baik, rendah hati, tunduk dan taat pada perintah-Nya. Semua itu adalah sebuah proses, karena kita adalah seorang murid, hal tersebut adalah proses pembelajaran hidup.
Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus. ~ Efesus 1:9
Sikap Anda akan menentukan kehidupan Anda, demikian juga dengan pilihan Anda dalam menentukan sikap apakah akan menyerahkan kendali hidup Anda pada Tuhan atau tetap Anda kendalikan sendiri.
Rabu, 30 Maret 2011
Be Myself
“Janganlah kamu berubah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2)
Pada era 1980-an, anak-anak muda kegandrungan sama sosok Michael Jackson. Cowok negro berkulit putih ini seolah jadi icon bagi anak muda dengan gaya tarian dan teriakannya yang khas.
Di era 1990-an, dunia digoncang oleh beberapa boyband, sebut saja New Kids on The Block, Backstreet Boys, Boyzone, dll. Memasuki abad 21, icon mulai bergeser. Japanese dan Korean style mulai mewabah di kalangan anak muda. Situasi seperti ini sebenarnya menunjukkan kalau trendsetter di dunia ini terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Sebagai anak muda, kita bisa saja meniru dan berdandan dalam pelbagai gaya. Tidak heran kalau pemikiran dan gaya hidup kita dicocok-cocokkan sama mereka yang kita idolakan. Kita ingin tampak seperti mereka. Dan kita bangga bila orang lain mengerti jika dandanan kita sama dengan tokoh idola yang sedang menjadi trendsetter.
Ini yang harus kita perhatikan, kenapa kita senang meniru orang lain yang jadi trendsetter? Kenapa bukan kita yang jadi trendsetter? Kagum sama orang lain wajar saja, kita mungkin senang melihat orang yang penampilannya keren, punya dandanan ok, dengan senyuman yang khas, pandangan dengan sorot mata yang tajam. Mungkin juga gaya bicara, cara jalan, atau kita kagum dengan nila-nilai hidup yang ada dalam diri orang itu. mungkin kita langsung mikir, “I want to be like him or her”
Mengagumi orang lain karena segi – segi positif dalam diri orang itu adalah hal yang sah. Tapi kekaguman sama sekali tidak berarti kita harus menjadi persis seperti orang itu. kekaguman yang kita perlihatkan bukanlah dengan cara meniru orang itu habis-habisan. Kekaguman kita pada orang lain tidak berarti kita harus mencontek dia dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Firman Tuhan mengingatkan kita agar kita tidak menjadi sama seperti dunia ini. Artinya, kalau hari ini kita masih kagum sama orang lain dan meniru semua yang ada pada diri orang itu, bisa-bisa kita jadi sama dengan dunia ini. Tuhan ingin kita menjadi sosok yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita tetap menjadi diri sendiri, pribadi yang diproses Tuhan secara istimewa. Bayangkan, kita ini istimewa!
Jadi, tidak ada gunanya memilih untuk jadi pribadi yang lain. Just be yourself!
Sumber: Youth - Renungan Bulanan Remaja
Pada era 1980-an, anak-anak muda kegandrungan sama sosok Michael Jackson. Cowok negro berkulit putih ini seolah jadi icon bagi anak muda dengan gaya tarian dan teriakannya yang khas.
Di era 1990-an, dunia digoncang oleh beberapa boyband, sebut saja New Kids on The Block, Backstreet Boys, Boyzone, dll. Memasuki abad 21, icon mulai bergeser. Japanese dan Korean style mulai mewabah di kalangan anak muda. Situasi seperti ini sebenarnya menunjukkan kalau trendsetter di dunia ini terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Sebagai anak muda, kita bisa saja meniru dan berdandan dalam pelbagai gaya. Tidak heran kalau pemikiran dan gaya hidup kita dicocok-cocokkan sama mereka yang kita idolakan. Kita ingin tampak seperti mereka. Dan kita bangga bila orang lain mengerti jika dandanan kita sama dengan tokoh idola yang sedang menjadi trendsetter.
Ini yang harus kita perhatikan, kenapa kita senang meniru orang lain yang jadi trendsetter? Kenapa bukan kita yang jadi trendsetter? Kagum sama orang lain wajar saja, kita mungkin senang melihat orang yang penampilannya keren, punya dandanan ok, dengan senyuman yang khas, pandangan dengan sorot mata yang tajam. Mungkin juga gaya bicara, cara jalan, atau kita kagum dengan nila-nilai hidup yang ada dalam diri orang itu. mungkin kita langsung mikir, “I want to be like him or her”
Mengagumi orang lain karena segi – segi positif dalam diri orang itu adalah hal yang sah. Tapi kekaguman sama sekali tidak berarti kita harus menjadi persis seperti orang itu. kekaguman yang kita perlihatkan bukanlah dengan cara meniru orang itu habis-habisan. Kekaguman kita pada orang lain tidak berarti kita harus mencontek dia dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Firman Tuhan mengingatkan kita agar kita tidak menjadi sama seperti dunia ini. Artinya, kalau hari ini kita masih kagum sama orang lain dan meniru semua yang ada pada diri orang itu, bisa-bisa kita jadi sama dengan dunia ini. Tuhan ingin kita menjadi sosok yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita tetap menjadi diri sendiri, pribadi yang diproses Tuhan secara istimewa. Bayangkan, kita ini istimewa!
Jadi, tidak ada gunanya memilih untuk jadi pribadi yang lain. Just be yourself!
Sumber: Youth - Renungan Bulanan Remaja
Selasa, 15 Maret 2011
Karl Edmun Prier SJ
Karl Edmund Prier SJ, pastor kelahiran Weinheim, Jerman, 72 tahun lalu, dikenal karena kiprahnya dalam musik liturgi gereja (Katolik). Kemampuannya mengolah dan mencipta lagu serta memainkan organ tidak diragukan lagi.
Romo Prier berkenalan dengan musik klasik saat berusia delapan tahun. Perkenalan itu menjadi awal ketertarikannya menekuni musik. Prier muda belajar main organ dan piano. Saat berlatih memainkan alat musik itu, mau tidak mau dirinya harus memahami teori musik, ilmu harmoni, analisa lagu, dan komposisi.
Pendidikan musiknya terus berlanjut ketika ia terpanggil menjadi imam dan menjadi anggota Society of Jesus (SJ), Serikat Yesus. Ketekunan itu membuahkan hasil.Karl Edmund Prier dipercaya menjadi guru musik di salah satu kolose di Austria.
Minatnya mempelajari musik berkembang ketika pimpinan Serikat Yesus mengutusnya dirinya menjadi misionaris di Indonesia. Prier jatuh cinta pada lagu-lagu tradisional. Itu berawal saat Prier tinggal di daerah Wonosari, Jogjakarta. Waktu itu ia masih frater. Ia tinggal di situ untuk mempelajari bahasa Jawa sebelum kuliah teologi di Sekolah Tinggi dan Filsafat Teologi Kentungan, Jogjakarta.
Pada 1960-an itu keadaan Wonosari memprihatinkan. Listrik tidak ada. Kemiskinan di mana-mana. Nasi tidak ada. Gaplek menjadi makanan sehari-hari penduduk setempat. Ketika Natal dirayakan dengan sederhana di Gereja Wonosari, Prier merasa sedih. Matanya menerawang merindukan kampung halamannya.
“Ah, seandainya saya berada di Jerman. Natal pasti terasa lain. Nyanyian Natal terdengar di mana-mana. Suasana sangat meriah.”
Lama-kelamaan ia merasakan sesuatu yang lain yang menyentuh hatinya. Seusai misa, Karl Edmund Prier melihat beberapa jemaat yang datang dari tempat yang jauh enggan pulang dan memilih tetap menginap di gereja. Mereka berkumpul dan merayakan Natal dengan makanan seadanya. Hal ini dilakukan karena takut dengan orang-orang komunis yang berada di sekitar gereja.
Di malam hari, tempat itu dipakai untuk berlatih gamelan. Keramahan orang-orang di sekitar yang selalu menyapanya, bahkan menyuruhnya ikut main gamelan, sungguh membuat Karl Edmund Prier makin dekat dengan budaya dan bahasa Jawa.
Saat melanjutkan pendidikan teologi di STFT Kentungan, berbagai gagasan berkembang dalam benaknya. Ia mendapatkan ide-ide ketika membaca hasil Konsili Vatikan II yang salah satu poinnya berbunyi: “Hendaknya musik gereja berpangkal dari budaya setempat.”
Karl Edmund Prier berpikir, “Kalau begitu lagu-lagu inkulturasi harus diciptakan agar liturgi gereja bertambah semarak.” Untuk itu, menurut Prier, sebuah pusat musik liturgi harus segera dibentuk. Tepat setelah ditahbiskan, Romo Karl Edmund Prier mengusulkan hal itu kepada pimpinan Serikat Yesus. Ternyata, idenya diterima dengan baik.
Jogjakarta dipilihnya sebagai tempat untuk mengembangkan lembaga itu. Karl Edmund Prier berlasan, Jogja masih sangat menjunjung budaya Jawa dibanding kota-kota lainnya. Karena itu, Pusat Musik Liturgi (PML) didrikan di Jogja pada 1971. “Kota ini akan menjadi tempat untuk mengolah lagu-lagu inkulturasi dari daerah lain,” harap Karl Edmund Prier.
Selain menciptakan musik inkulturasi, Karl Edmund Prier juga menciptakan pendidikan musik bagi umat Katolik di Jogjakarta. Ia memberi perhatian khusus terhadap pembinaan organis yang andal. Menurut dia, pendidikan musik harus diterapkan dengan serius dan berkesinambungan. Maka, dia membuat program pendidikan organis selama tiga tahun.
Mereka yang ingin mempelajari alat musik organ diberi pengetahuan tentang teori musik, teori dan praktik dirigen, liturgi, ilmu harmoni, membuat iringan, berlatih paduan suara, dan praktik organ dengan ujian. Juga ada pentas tiga kali setahun.
Ada satu lagu rohani yang selalu menjadi semboyan Karl Edmund Prier. Lagu itu berjudul NYANYIKAN LAGU BARU BAGI TUHAN. Kata demi kata yang menjadi syair kidung itu memberinya dorongan untuk terus berkarya,mencipta lagu, membuat komposisi musik.
“Menyanyikan lagu baru bagi Tuhan berarti menciptakan lagu baru. Lagu Indonesia yang inkulturatif sesuai dengan cita-cita Konsili Vatikan II,” tuturnya.
Karl Edmund Prier sangat menghargai kerja tim. Hal itu dibuktikan saat mengadakan lokakarya komposisi musik gereja. Acara itu selalu menghasilkan lagu-lagu liturgi yang baru. Ia menghendaki setiap lagu yang diciptakan tidak ada nama penciptanya. Maka, tiap karya seni yang dihasilkan lewat acara itu hanya mencantumkan nama “hasil lokakarya komposisi musik gereja”.
“Lagu-lagu itu adalah hasil kerja tim PML Jogjakarta. Bukan hasil karya perorangan,” ungkapnya.
Karl Edmund Prier selalu memperjuangkan kelestarian lagu-lagu inkulturasi dalam gereja. Ketika pencipta-pencipta lagu rohani yang baru bermunculan, ia tidak merasa tersaingi, bahkan gembira. Namun, ia menyayangkan bila lagu-lagu baru dibuat asal-asalan, tidak liturgis, dan tidak sungguh-sungguh memperhatikan syair. Karya semacam itu hanya bertahan sebentar dan menjadi sampah.
Menurut Karl Edmund Prier, lagu gereja harus dibuat sungguh-sungguh sehingga dapat digunakan untuk membantu umat berdoa. Ia prihatin melihat perkembangan lagu-lagu baru.
“Kini, banyak pencipta lagu rohani yang terpengaruh dengan budaya lagu-lagu pop di televisi sehingga mereka membuat lagu gereja yang ngepop. Mereka merasa bahwa lagu-lagu tersebut sesuai dengan selera anak-anak muda,” ujarnya.
Karl Edmund Prier berpendapat, pencipta lagu harus menyadari bahwa umat pergi ke gereja untuk mencari jawaban dari Tuhan atas segala permasalahan hidupnya. Kondisi itu sangat berbeda saat seseorang duduk di depan televisi dengan motivasi mencari hiburan. Maka, lagu gereja yang baik harus mempertimbangkan lirik dan nada yang dapat membantu umat berdoa.
Sejenak Karl Edmund Prier mengingat saat-saat ketika ia masih berada di Jerman. Waktu itu gereja-gereja berusaha menarik kaum muda mengikuti perayaan ekaristi. Mereka boleh menggunakan band dan lagu-lagu pop rohani yang sama sekali tidak liturgis. “Tapi lambat laun anak-anak muda itu tidak menemukan makna liturgi yang sesungguhnya dalam setiap musik yang mereka mainkan,” kenangnya.
Karena itu, Karl Edmund Prier terus bersemangat dalam memperkenalkan pemahaman tentang lagu liturgi yang benar kepada masyarakat. Dia juga menginginkan paduan suara berkualitas untuk membawakan semua lagu yang diciptakannya bersama tim PML. Keinginan itu didengar oleh Paul Widyawan. Lahirlah Paduan Suara Vocalista Sonora di Jogjakarta.
Di usia 72 tahun, Karl Edmund Prier terus berkarya. Baginya, tiada hari tanpa musik.
Sumber: Majalah HIDUP, Jakarta
Romo Prier berkenalan dengan musik klasik saat berusia delapan tahun. Perkenalan itu menjadi awal ketertarikannya menekuni musik. Prier muda belajar main organ dan piano. Saat berlatih memainkan alat musik itu, mau tidak mau dirinya harus memahami teori musik, ilmu harmoni, analisa lagu, dan komposisi.
Pendidikan musiknya terus berlanjut ketika ia terpanggil menjadi imam dan menjadi anggota Society of Jesus (SJ), Serikat Yesus. Ketekunan itu membuahkan hasil.Karl Edmund Prier dipercaya menjadi guru musik di salah satu kolose di Austria.
Minatnya mempelajari musik berkembang ketika pimpinan Serikat Yesus mengutusnya dirinya menjadi misionaris di Indonesia. Prier jatuh cinta pada lagu-lagu tradisional. Itu berawal saat Prier tinggal di daerah Wonosari, Jogjakarta. Waktu itu ia masih frater. Ia tinggal di situ untuk mempelajari bahasa Jawa sebelum kuliah teologi di Sekolah Tinggi dan Filsafat Teologi Kentungan, Jogjakarta.
Pada 1960-an itu keadaan Wonosari memprihatinkan. Listrik tidak ada. Kemiskinan di mana-mana. Nasi tidak ada. Gaplek menjadi makanan sehari-hari penduduk setempat. Ketika Natal dirayakan dengan sederhana di Gereja Wonosari, Prier merasa sedih. Matanya menerawang merindukan kampung halamannya.
“Ah, seandainya saya berada di Jerman. Natal pasti terasa lain. Nyanyian Natal terdengar di mana-mana. Suasana sangat meriah.”
Lama-kelamaan ia merasakan sesuatu yang lain yang menyentuh hatinya. Seusai misa, Karl Edmund Prier melihat beberapa jemaat yang datang dari tempat yang jauh enggan pulang dan memilih tetap menginap di gereja. Mereka berkumpul dan merayakan Natal dengan makanan seadanya. Hal ini dilakukan karena takut dengan orang-orang komunis yang berada di sekitar gereja.
Di malam hari, tempat itu dipakai untuk berlatih gamelan. Keramahan orang-orang di sekitar yang selalu menyapanya, bahkan menyuruhnya ikut main gamelan, sungguh membuat Karl Edmund Prier makin dekat dengan budaya dan bahasa Jawa.
Saat melanjutkan pendidikan teologi di STFT Kentungan, berbagai gagasan berkembang dalam benaknya. Ia mendapatkan ide-ide ketika membaca hasil Konsili Vatikan II yang salah satu poinnya berbunyi: “Hendaknya musik gereja berpangkal dari budaya setempat.”
Karl Edmund Prier berpikir, “Kalau begitu lagu-lagu inkulturasi harus diciptakan agar liturgi gereja bertambah semarak.” Untuk itu, menurut Prier, sebuah pusat musik liturgi harus segera dibentuk. Tepat setelah ditahbiskan, Romo Karl Edmund Prier mengusulkan hal itu kepada pimpinan Serikat Yesus. Ternyata, idenya diterima dengan baik.
Jogjakarta dipilihnya sebagai tempat untuk mengembangkan lembaga itu. Karl Edmund Prier berlasan, Jogja masih sangat menjunjung budaya Jawa dibanding kota-kota lainnya. Karena itu, Pusat Musik Liturgi (PML) didrikan di Jogja pada 1971. “Kota ini akan menjadi tempat untuk mengolah lagu-lagu inkulturasi dari daerah lain,” harap Karl Edmund Prier.
Selain menciptakan musik inkulturasi, Karl Edmund Prier juga menciptakan pendidikan musik bagi umat Katolik di Jogjakarta. Ia memberi perhatian khusus terhadap pembinaan organis yang andal. Menurut dia, pendidikan musik harus diterapkan dengan serius dan berkesinambungan. Maka, dia membuat program pendidikan organis selama tiga tahun.
Mereka yang ingin mempelajari alat musik organ diberi pengetahuan tentang teori musik, teori dan praktik dirigen, liturgi, ilmu harmoni, membuat iringan, berlatih paduan suara, dan praktik organ dengan ujian. Juga ada pentas tiga kali setahun.
Ada satu lagu rohani yang selalu menjadi semboyan Karl Edmund Prier. Lagu itu berjudul NYANYIKAN LAGU BARU BAGI TUHAN. Kata demi kata yang menjadi syair kidung itu memberinya dorongan untuk terus berkarya,mencipta lagu, membuat komposisi musik.
“Menyanyikan lagu baru bagi Tuhan berarti menciptakan lagu baru. Lagu Indonesia yang inkulturatif sesuai dengan cita-cita Konsili Vatikan II,” tuturnya.
Karl Edmund Prier sangat menghargai kerja tim. Hal itu dibuktikan saat mengadakan lokakarya komposisi musik gereja. Acara itu selalu menghasilkan lagu-lagu liturgi yang baru. Ia menghendaki setiap lagu yang diciptakan tidak ada nama penciptanya. Maka, tiap karya seni yang dihasilkan lewat acara itu hanya mencantumkan nama “hasil lokakarya komposisi musik gereja”.
“Lagu-lagu itu adalah hasil kerja tim PML Jogjakarta. Bukan hasil karya perorangan,” ungkapnya.
Karl Edmund Prier selalu memperjuangkan kelestarian lagu-lagu inkulturasi dalam gereja. Ketika pencipta-pencipta lagu rohani yang baru bermunculan, ia tidak merasa tersaingi, bahkan gembira. Namun, ia menyayangkan bila lagu-lagu baru dibuat asal-asalan, tidak liturgis, dan tidak sungguh-sungguh memperhatikan syair. Karya semacam itu hanya bertahan sebentar dan menjadi sampah.
Menurut Karl Edmund Prier, lagu gereja harus dibuat sungguh-sungguh sehingga dapat digunakan untuk membantu umat berdoa. Ia prihatin melihat perkembangan lagu-lagu baru.
“Kini, banyak pencipta lagu rohani yang terpengaruh dengan budaya lagu-lagu pop di televisi sehingga mereka membuat lagu gereja yang ngepop. Mereka merasa bahwa lagu-lagu tersebut sesuai dengan selera anak-anak muda,” ujarnya.
Karl Edmund Prier berpendapat, pencipta lagu harus menyadari bahwa umat pergi ke gereja untuk mencari jawaban dari Tuhan atas segala permasalahan hidupnya. Kondisi itu sangat berbeda saat seseorang duduk di depan televisi dengan motivasi mencari hiburan. Maka, lagu gereja yang baik harus mempertimbangkan lirik dan nada yang dapat membantu umat berdoa.
Sejenak Karl Edmund Prier mengingat saat-saat ketika ia masih berada di Jerman. Waktu itu gereja-gereja berusaha menarik kaum muda mengikuti perayaan ekaristi. Mereka boleh menggunakan band dan lagu-lagu pop rohani yang sama sekali tidak liturgis. “Tapi lambat laun anak-anak muda itu tidak menemukan makna liturgi yang sesungguhnya dalam setiap musik yang mereka mainkan,” kenangnya.
Karena itu, Karl Edmund Prier terus bersemangat dalam memperkenalkan pemahaman tentang lagu liturgi yang benar kepada masyarakat. Dia juga menginginkan paduan suara berkualitas untuk membawakan semua lagu yang diciptakannya bersama tim PML. Keinginan itu didengar oleh Paul Widyawan. Lahirlah Paduan Suara Vocalista Sonora di Jogjakarta.
Di usia 72 tahun, Karl Edmund Prier terus berkarya. Baginya, tiada hari tanpa musik.
Sumber: Majalah HIDUP, Jakarta
SEJARAH LAGU AMAZING GRACE

John Newton (1725-1807), lahir di London, anak seorang kapten kapal yang sangat dihormati, pada awalnya mendedikasikan diri kepada pelayanan Kristen, akibat ibunya yang sangat taat. Pelatihan keagamaannya bermula pada masa kecil dan ketika dia berusia 4 tahun, dia dapat dengan lancar menghafalkan bait-bait dari Katekismus Wesminster dan lagu-lagu pujian karangan Isaac Watts.
Ketika berusia 11 tahun, dia berlayar ke Mediterania bersama ayahnya, tetapi pada usia 17 tahun, dia meninggalkan semua atribut keagamaannya dan beralih pada penyembahan kepada iblis. Hanya karena kekasihnya Mary Catlett, yang dicintainya sejak 1742, tapi akhirnya baru dinikahi tahun 1750, yang menyinarkan sedikit cahaya kemanusiaan dalam hatinya. Dia meninggalkan kapalnya, dan dibawa kembali seperti seorang tawanan. Sangat besar hukuman yang harus ditanggungnya, hingga dia berencana untuk melakukan bunuh diri, hanya karena cintanya yang sangat besar kepada Mary, yang tetap membuatnya bertahan.
Setelah menjalani masa hukumannya, dia memulai suatu karier yang begitu keji, hingga teman-temannya mulai meragukan akal sehatnya. Tinggal bersama beberapa waktu di antara para pedagang budak di Sierra Leone, dia diperlakukan sangat buruk oleh istri majikannya, seorang Portugis berkulit hitam. Belakangan kemudian, dia berkata,”Jika Anda pernah melihat saya begitu dalam mimpi buruk, dan malam hari sendiri mencuci pakaian saya di bebatuan, setelah itu mengenakannya walau masih basah, agar dapat kering di punggung saya ketika saya tidur; jika Anda pernah melihat saya sebagai seseorang yang begitu miskin yang ketika sebuah kapal berlabuh di pulau, malu kadang mendatangi saya hingga saya ingin menyembunyikan muka saya dibalik pepohonan, menghindari tatapan mata orang-orang asing; jika Anda tahu bahwa tingkah laku saya, prinsip hidup saya, dan hati saya masih lebih hitam dari kondisi fisik saya – betapa sangat kecil kemungkinan Anda akan membayangkan bahwa seseorang seperti itu dijaga dengan begitu baik dengan providensi dan kebaikan yang luar biasa oleh Allah.” Kemudian ditambahkan, ”Satu-satunya keinginan baik yang tersisa hanyalah kembali ke Inggris dan menikahi Mary.”
Setelah dipermalukan dan penderitaan yang berlanjut, dia berada di atas sebuah kapal yang menuju ke Inggris, menghabiskan beberapa hari yang sepi di laut membaca “Imitation of Christ (Thomas A. Kempis).” Ketika sebuah badai besar mengamuk, dia menganggap dirinya seperti Yunus yang menjadi penyebab dan kutukan atas kehidupannya yang sangat rusak, atas angin yang luar biasa dan gelombang setinggi gunung yang mengancam kapal tersebut untuk karam. Tiba-tiba sebuah badai besar menghantam jiwanya. Dengan kesadaran yang telah dibangkitkan dia menganggap hari tersebut, 10 Maret 1748, sebagai hari ‘ulang tahun’ rohaninya.
“Saya menangis memohon kepada Tuhan dengan tangisan seperti pekikan yang muak didengarkan, tetapi tidak ditolak oleh Allah,” dia berkata. “Dan saya mengingat Yesus yang begitu sering saya acuhkan.”Tetapi perubahan yang terjadi saat itu, hanyalah sebuah reformasi dari seseorang yang belum percaya. Selama 6 tahun berikutnya dia melakukan beberapa perjalanan dengan kapal yang dimilikinya, dengan membawa beberapa barang, bahkan budak-budak di beberapa kesempatan. Hingga ketika dia tiba di Liverpool tahun 1754, barulah dia menjadi orang Kristen yang lahir baru. Tetapi belum juga dia menyadari diri untuk terjun ke dalam suatu pelayanan yang telah dipersiapkan ibunya sejak dahulu. Secara bertahap dia mulai memusatkan segalanya kepada Kristus, dengan harapan bahwa suatu saat dia akan tertebus untuk dipanggil melayani Kristus. Setalah dua kali secara ajaib terselamatkan dari kematian, dana beberapa tahun belajar dan latihan yang sulit, dia diangkat sebagai pejabat kerasulan di Church of England pada bulan 16 Desember 1758.
Enam tahun kemudian dia pergi ke Olney, dimana dia diurapi menjadi seorang diaken dan pendeta. Kebersamaannya dengan William Cooper menghasilkan diterbitkannya buku mereka berjudul “Olney Hymns.” Nomor 41, pada buku I, mengandung kisah hidup Newton dalam versi: Amazing grace, how sweet the sound, That saved a wretch like me; I once was lost but now am found, Was blind but now I see. ‘Twas grace that taught my heart to fear, And grace my fears relieved; How precious did that grace appear, The hour I first believe. Through many dangers, toils and snares, I have already come; ‘Tis grace hath brought me safe thus far, And grace will lead me home. Perjalanan hidupnya berakhir di tahun 1779, pergi untuk melayani dua gereja di London. Di sana dia mencurahkan semua tenaganya untuk melayani Tuhan dengan setia hingga hayatnya tiba, 21 Desember 1807, di usia 82.
Di nisannya tertulis seperti berikut: “John Newton, Pejabat, seseorang yang dahulunya penentang Kristen dan penganut kebebasan, yang, oleh anugerah yang kaya dari Tuhan dan Juruslamat kita, Yesus Kristus, dijaga, dibaharui, diampuni, dan diurapi untuk memberitakan iman yang dahulu sangat berusaha dihancurkan olehnya, hampir 16 tahun di Olney di Bucks, dan 28 tahun di gereja ini.”Kemudian ditambahkannya,”Dan saya dengan sangat serius mengharapkan bahwa tidak ada monumen lain dan tulisan lain kecuali hal yang dituliskan ini, yang dibuat atas nama saya.”
Tuhan, buatlah aku sadar akan dosa-dosaku. Buatlah aku sadar juga dengan anugerah-Mu yang agung – anugerah-anugerah kehidupan setiap hari dan anugerah keselamatan yang ajaib dan indah.
Amazing Grace Lirik
1. Amazing grace! How sweet the sound
That saved a wretch like me!
I once was lost, but now am found;
Was blind, but now I see.
2. ‘Twas grace that taught my heart to fear,
And grace my fears relieved;
How precious did that grace appear
The hour I first believed.
3. Through many dangers, toils, and snares
I have already come;
‘Tis grace that brought me safe thus far,
And grace will lead me home.
4. And when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease,
I shall possess, within the veil,
A life of joy and peace.
5. When we’ve been there ten thousand years,
Bright shining as the sun,
We’ve no less days to sing God’s praise
Than when we first begun.
Sumber : http://www.gkigadser.org/index.php?option=com_content&view=article&id=96:sejarah-lagu-qamazing-graceq-john-newton-1725-1807&catid=45:komisi-musik-gereja&Itemid=78
Rabu, 09 Maret 2011
Selasa, 01 Maret 2011
Percaya, nak! Percayalah kepada-KU!
Ketika ku termenung dan memikirkan hari esok,
KAU berkata "Percayalah kepada-KU, nak !"
Ketika ku merasa berat menapak kakiku ke depan,
KAU berkata "Percayalah nak !"
Ketika beban hidup mulai membuatku berkeluh kesah,
KAU berkata "Nak, tetaplah percaya kepada-KU !"
Ketika ku harus menjalani sendiri ketaatan dan tiada orang di sampingku,
KAU berkata "Ada Ayah di sampingmu, percayalah !"
KAU berkata "Percayalah kepada-KU, nak !"
Ketika ku merasa berat menapak kakiku ke depan,
KAU berkata "Percayalah nak !"
Ketika beban hidup mulai membuatku berkeluh kesah,
KAU berkata "Nak, tetaplah percaya kepada-KU !"
Ketika ku harus menjalani sendiri ketaatan dan tiada orang di sampingku,
KAU berkata "Ada Ayah di sampingmu, percayalah !"
...
Karna engkau KU-ciptakan, KU-bentuk tuk bisa melalui itu semua
Engkaulah anakKU dan janganlah hatimu gentar dan tawar
Sbab Firman-KU, AKU yang menopang hidupmu hari demi hari
Hiduplah oleh iman dan hiduplah berkenan kepada-KU
Melekat kepada Kristus adalah bagianmu
Pergumulanmu adalah bagian-KU
Bukankah AKU adalah Allah atas segalanya
apakah AKU tidak mengetahui kerinduan dan kebutuhanmu
apakah AKU tidak memberkati anak yang KU-kasihi
...
AKU melatih tanganmu tuk berperang dan memegang erat Firman-KU
AKU melatih kedua kakimu berjejak di bukit- bukit terjal
sehingga kakimu tidak akan goyah nanti
Ingatlah senantiasa, AKU berada di sebelah kananmu
AKU memperhatikanmu karna kau beroleh kemurahanKU
...
Seperti AKU tidak tahan untuk menghancurkan kuasa si jahat oleh karna kasihKu kepada manusia
AKU bagai pahlawan yang bertempur dan meneriakkan kemenangan terhadap musuh-musuhnya
demikianlah kamu, engkau akan mengejar musuhmu sampai kau habiskan
HasratKU menjadi hasratmu untuk menyatakan KemuliaanKU dan KemenanganKU
Sebab engkau pemenang, bahkan . . .lebih dari pemenang.
AMEN.
MASTURBASI bisa merusak fungsi saraf dan hati
Kata MASTURBASI pasti tidaklah asing di telinga kita, dikalangan anak muda kata tersebut seringlah terdengar, baik di kalangan teman, keluarga atau mungkin kita sendiri pernah melakukannya.
Mengutip dari sebuah buku renungan berjudul YOUTH edisi Oktober 2006 menulis, bahwa masturbasi paling sering dilakukan oleh anak-anak muda, khususnya yang lagi mengalami masa pubertas.
Masturbasi biasanya terjadi kalau pikiran kita terserang oleh pikiran negatif. Pikiran negatif itu bisa saja timbul dari apa yang kita lihat, terus kita bayangin, khayalin dan akhirnya menjadi sebuah fantasi seks di dalam pikiran kita.
Masuk akal, karena di jaman yang serba "bisa" sekarang ini, apa pun bisa kita peroleh, termasuk sesuatu berita, tayangan bahkan gambar dan audio yang berbau negatif sangatlah gampang diperoleh, bahkan banyak diantaranya menawarkan melalui berbagai media tanpa rasa curiga kita berkata.."..Oooooh ini to".
"Kalau orang duniawi berkata "Masturbasi" itu sepanjang tidak berlebihan yah...oke-oke saja atau mungkin kita sempat beranggapan demikian, wajar atau sebuah "kebiasaan hidup sehat" yang mutlak dilakukan dalam satu hari. Menurut sumber dari buku tersebut, jika masturbasi dilakukan "BERLEBIHAN" maka akan timbul resiko, tetapi menurut penulis kata BERLEBIHAN tidak lah tepat, karena merupakan celah dan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Resiko yang akan timbul jika kita melakukan masturbasi adalah:
1. Fatal bagi kerohanian kita.
Melakukan masturbasi adalah celah bagi iblis untuk menggerogoti roh kita sehingga akhirnya kita benar benar jauh akan Tuhan, masturbasi sudah pasti DOSA. Matius 5:28 mengatakan bahwa jika kita melihat seseorang lalu menginginkannya didalam pikiran kita, itu sudah zinah dimata Tuhan.
Ditambahkan di dalam 1Korintus 6:13b bahwa tubuh kita bukan lah untuk percabulan.
2. Fatal bagi kesehatan kita.
Tidak baik bagi kesehatan kita karena dapat berdampak negatif pada keseimbangan psikis dan fisik. Fakta telah membuktikan bahwa seseorang yang tergantung akan hal ini memiliki pola pemikiran yang salah akan seks, sehingga mereka akan cendrung melakukan tindakan yang menyalahi hukum. Para pakar meneliti bahwa prilaku ini berpengaruh pada keluarga dan memicu kita untuk menggunakan alkohol dan narkoba bahkan pelanggaran hukum atas seks.
Secara fisik, menurut beberapa pakar kesehatan, masturbasi tersebut merangsang saraf parasimpatik/acetylcholine.
Rangsangan berlebihan ini dapat memicu dihasilkannya hormon seks lebih banyak dan neurotransmiters seperti acetylcholine, dopamine dan serotonin yang menyebabkan perubahan kimia tubuh. Efek samping dari perubahan kimia tubuh membuat tubuh menjadi sangat kelelahan, rambut rontok, kehilangan ingatan, penglihatan kabur, serta sakit pada testikel. (khusus pada laki-laki).
Selain dari itu bisa menekan fungsi sistem saraf dan hati dan akan menimbulkan kelelahan secara seksual terutama pada para laki-laki muda.Hal ini termasuk terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi pada peria sebelum usia matang.Gawatkan???
Masalah lain yang timbul akibat masturbasi adalah terjadinya kebocoran air mani atau keluarnya sperma tanpa ereksi, ini disebabkan karena saraf yang mengontrol katup ejakulasi menjadi lemah akibat masturbasi.
Kita tau bahwa Masturbasi tidak ada manfaatnya, baik bagi roh kita maupun bagi tubuh kita dalam jangka panjang.
Tip untuk bebas dari Masturbasi:
1. Minta pengampunan sama Tuhan, dan minta kekuatan dari Tuhan untuk lepas dari Masturbasi.
2. Membuang "Cadangan" VCD, DVD atau film dan buku yang mengandung porno.
3. Hindari situs/media/film yang berbau porno.
4. Blok semua alamat email yang mengandung pesan porno agar tidak masuk ke inbox-mu.
5. Kalo pikiran mu sedang ngeres soal seks, cari kegiatan lain (alihkan pikiran-mu)
6. Hapus memori porno di pikiran-mu dengan baca firman Tuhan.
7. Punyalah sikaf "Malu dan takut " sama Tuhan, karena Tuhan ada di sisi-mu
(dari berbagai sumber)
(dari berbagai sumber)
Rabu, 23 Februari 2011
20 BERKAT
Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)
Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)
Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)
Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)
Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, dan 11:32)
Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)
Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)
Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)
Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)
Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)
Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1)
Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1)
Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)
Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14)
Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya, seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11)
Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21)
Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31)
Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33; 2:12)
Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)
Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33) " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)
Aku Bersyukur
Aku bersyukur karena di saat aku tersesat di persimpangan hidupku,
Aku tahu bahwa Tuhan itu baik dan benar,
sebab itu Ia menunjukan jalan kepada orang yg tersesat
Aku bersyukur karena di saat aku bimbang di perjalanan hidupku,
Aku tahu bahwa Tuhan menyertaiku dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah
dan menganiaya aku
Aku bersyukur karena di saat aku takut,
Dia memegang tangan kananku dan berkata
jangan takut, Akulah yang menolong Engkau
Aku bersyukur karena di saat aku mencari perlindungan,
Aku tahu bahwa Allah yang abadi adalah tempat perlindunganku
dan dibawahku ada lengan-lengan yang kekal
Aku bersyukur karena di saat dunia menghimpit keadaanku,
Dia berkata kuatkanlah hatimu,
Aku telah mengalahkan dunia
Aku bersyukur karena di saat aku terombang-ambing dalam kegundahan hatiku,
Dia sendiri yang membimbing aku
dan memberikan ketentraman kepadaku
Aku bersyukur karena di saat aku menderita pencobaan,
aku tahu bahwa Ia dapat menolong mereka yang dicobai
Aku bersyukur karena di saat semua orang seakan-akan menolak aku,
aku tahu bahwa Tuhan itu baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesesakan,
Ia mengenal orang yang berlindung kepadaNya
Aku bersyukur karena di saat keadaanku goyah,
Ia takkan membiarkan kakiku goyah
karena Dia penjagaku tidak akan terlelap
Aku bersyukur karena di saat segala hal tidak terpahami,
Dia menjawab aku dan memberitahukan kepadaku
hal-hal besar yang tidak terpahami,
yakni hal-hal yang tidak aku ketahui
Aku bersyukur karena Dia mengajarkan jalan hikmat kepadaku,
dan memimpin aku di jalan yang lurus
Aku bersyukur karena Dia bahkan memerintahkan malaikat-malaikatNya
untuk menjaga aku
di setiap jalan kehidupanku
Aku bersyukur karena sampai saat ini Engkau masih mengijinkanku
berjalan mengiringi waktu bersamaMu
dan menikmati indahnya kasihMu
di setiap detik kehidupanku.
Aku tahu bahwa Tuhan itu baik dan benar,
sebab itu Ia menunjukan jalan kepada orang yg tersesat
Aku bersyukur karena di saat aku bimbang di perjalanan hidupku,
Aku tahu bahwa Tuhan menyertaiku dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah
dan menganiaya aku
Aku bersyukur karena di saat aku takut,
Dia memegang tangan kananku dan berkata
jangan takut, Akulah yang menolong Engkau
Aku bersyukur karena di saat aku mencari perlindungan,
Aku tahu bahwa Allah yang abadi adalah tempat perlindunganku
dan dibawahku ada lengan-lengan yang kekal
Aku bersyukur karena di saat dunia menghimpit keadaanku,
Dia berkata kuatkanlah hatimu,
Aku telah mengalahkan dunia
Aku bersyukur karena di saat aku terombang-ambing dalam kegundahan hatiku,
Dia sendiri yang membimbing aku
dan memberikan ketentraman kepadaku
Aku bersyukur karena di saat aku menderita pencobaan,
aku tahu bahwa Ia dapat menolong mereka yang dicobai
Aku bersyukur karena di saat semua orang seakan-akan menolak aku,
aku tahu bahwa Tuhan itu baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesesakan,
Ia mengenal orang yang berlindung kepadaNya
Aku bersyukur karena di saat keadaanku goyah,
Ia takkan membiarkan kakiku goyah
karena Dia penjagaku tidak akan terlelap
Aku bersyukur karena di saat segala hal tidak terpahami,
Dia menjawab aku dan memberitahukan kepadaku
hal-hal besar yang tidak terpahami,
yakni hal-hal yang tidak aku ketahui
Aku bersyukur karena Dia mengajarkan jalan hikmat kepadaku,
dan memimpin aku di jalan yang lurus
Aku bersyukur karena Dia bahkan memerintahkan malaikat-malaikatNya
untuk menjaga aku
di setiap jalan kehidupanku
Aku bersyukur karena sampai saat ini Engkau masih mengijinkanku
berjalan mengiringi waktu bersamaMu
dan menikmati indahnya kasihMu
di setiap detik kehidupanku.
Langganan:
Postingan (Atom)