Rabu, 30 Maret 2011

Be Myself

“Janganlah kamu berubah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2)

Pada era 1980-an, anak-anak muda kegandrungan sama sosok Michael Jackson. Cowok negro berkulit putih ini seolah jadi icon bagi anak muda dengan gaya tarian dan teriakannya yang khas.

Di era 1990-an, dunia digoncang oleh beberapa boyband, sebut saja New Kids on The Block, Backstreet Boys, Boyzone, dll. Memasuki abad 21, icon mulai bergeser. Japanese dan Korean style mulai mewabah di kalangan anak muda. Situasi seperti ini sebenarnya menunjukkan kalau trendsetter di dunia ini terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Sebagai anak muda, kita bisa saja meniru dan berdandan dalam pelbagai gaya. Tidak heran kalau pemikiran dan gaya hidup kita dicocok-cocokkan sama mereka yang kita idolakan. Kita ingin tampak seperti mereka. Dan kita bangga bila orang lain mengerti jika dandanan kita sama dengan tokoh idola yang sedang menjadi trendsetter.
Ini yang harus kita perhatikan, kenapa kita senang meniru orang lain yang jadi trendsetter? Kenapa bukan kita yang jadi trendsetter? Kagum sama orang lain wajar saja, kita mungkin senang melihat orang yang penampilannya keren, punya dandanan ok, dengan senyuman yang khas, pandangan dengan sorot mata yang tajam. Mungkin juga gaya bicara, cara jalan, atau kita kagum dengan nila-nilai hidup yang ada dalam diri orang itu. mungkin kita langsung mikir, “I want to be like him or her”

Mengagumi orang lain karena segi – segi positif dalam diri orang itu adalah hal yang sah. Tapi kekaguman sama sekali tidak berarti kita harus menjadi persis seperti orang itu. kekaguman yang kita perlihatkan bukanlah dengan cara meniru orang itu habis-habisan. Kekaguman kita pada orang lain tidak berarti kita harus mencontek dia dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Firman Tuhan mengingatkan kita agar kita tidak menjadi sama seperti dunia ini. Artinya, kalau hari ini kita masih kagum sama orang lain dan meniru semua yang ada pada diri orang itu, bisa-bisa kita jadi sama dengan dunia ini. Tuhan ingin kita menjadi sosok yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita tetap menjadi diri sendiri, pribadi yang diproses Tuhan secara istimewa. Bayangkan, kita ini istimewa!
Jadi, tidak ada gunanya memilih untuk jadi pribadi yang lain. Just be yourself!




Sumber: Youth - Renungan Bulanan Remaja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar