2 Korintus 3:2
Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis.
Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau “tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. (Petrus Kwik/Renunganharian.net)
Sudahkah kita menjadi seperti pensil yang mau menjalani proses pengeratan sehingga bisa digunakan dan berdampak?
Kamis, 12 Mei 2011
Taat Bukan Soal Kecil
Lukas 6:49
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Ketaatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan. Ketaatan akan firman Tuhan merupakan kunci kesuksesan sejati dan membawa setiap kita untuk menemukan harta kerajaan surga yang tak ternilai. Dalam ketaatan tersedia berkat Tuhan dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Pilihan ada di tangan Anda.
Banyak orang yang bermimpi dipakai Tuhan secara besar, menjadi penginjil terkenal, pengkhotbah handal, misionaris ke luar negeri, yang sepertinya menggambarkan ketaatan dan penyerahan hidup secara total kepada Tuhan. Tapi berapa banyak orang yang lalai untuk meminta maaf ketika ia menyakiti perasaan temannya, mengabaikan dorongan hati untuk tersenyum kepada seorang pengemis di pinggir jalan dan berkata bahwa Tuhan mengasihinya, atau pun memaafkan seorang teman yang bercanda secara keterlaluan sehingga perkataannya menyakiti hati, namun tetap bermimpi untuk dipakai Tuhan secara luar biasa?
Perbuatan itu mungkin bukan soal besar dan tampaknya hanya soal kecil. Tetapi percayalah, ketidakpatuhan kecil itu akan mengeringkan aliran Roh Kudus seperti ketidakpatuhan yang besar. Kebanyakan dari kita tidak menyadari hal ini sampai akhirnya kita mendapati diri kita kering secara rohani.
Jika Anda sedang mengalami hal ini, bertobatlah dan lakukan kembali hal kecil yang Anda abaikan itu. Taatilah perintah Tuhan yang Anda terima. Dan mulai sekarang ingatlah, betapa pun remehnya perintah Tuhan yang Anda terima, mentaati hal itu bukanlah soal kecil! Justru tindakan-tindakan kepatuhan yang sederhana itulah yang membuat rumah rohani Anda tetap tegak berdiri atau roboh.
Tidak ada ukuran ketaatan kecil atau besar. Mentaati perintah Tuhan yang sederhana adalah sebuah hal yang besar!
Mukjizat Lima Roti dan Dua Ikan
Amsal 11:25
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Hal luar biasa dari cerita Yesus memberi makan lima ribu orang adalah bagaimana mukjizat itu dibuat. Tuhan dapat menggunakan berbagai cara yang Ia mau. Bisa saja dengan hujan roti dari sorga. Tetapi Dia melakukannya dengan cara alami. Hal ajaib yang dilakukan dengan cara yang alamiah.
Yesus meminta murid-muridnya untuk meminta mereka yang mengikut Dia menjadi kelompok-kelompok 50 dan 100 orang. Kemudian Alkitab mengatakan kepada kita, “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.” (Markus 6:41). Para murid terus membagikan makanan dan makanan itu terus bertambah ketika mereka membagikannya.
Yesus berkata, “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38). Tuhan akan memberkati setiap kemurahan hati. Amsal 11:25 menasihatkan, “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Ketika kita memberi, Tuhan akan memberkati kita. Ketika kita menyalurkan berkat yang kita terima, Tuhan akan memberi kita lebih banyak lagi. Matius 14:20 menggambarkan dengan lebih lengkap tentang peristiwa memberi makan lima ribu orang ini, “Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.” Tuhan memberi mereka lebih dari yang mereka butuhkan. Hal ini mengingatkan kita untuk melayani Tuhan dengan murah hati.
Apakah Anda bersedia menyalurkan berkat Tuhan yang telah Anda terima? Atau Anda mencoba menahan semuanya untuk diri Anda sendiri? Seperti murid-murid yang membagikan makanan dan dilipat gandakan, yang akhirnya membuat semua orang diberkati. Tuhan pun memberikan sesuatu dalam hidup kita. Jika kita bersedia membagikan apa yang kita miliki, maka Tuhan akan memberkati kita lebih banyak lagi, dan Tuhan akan dimuliakan.
Ketika Anda memberi dengan murah hati, pelipat gandaan sedang terjad
Rabu, 27 April 2011
Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? "
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4.
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4.
Selasa, 26 April 2011
Alasan Mengapa Tanggal untuk Paskah Berbeda-Beda
Jumat Agung adalah hari Jumat sebelum Paskah, yang perhitungan tanggalnya berbeda antara Gereja Timur dan Gereja Barat dan ini juga berarti Paskah pun dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda. Perhitungan tanggal ini dinamakan dengan computus yang berarti ‘komputasi’ atau ‘perhitungan’. Nama prosedur ini telah dipakai sejak Abad Pertengahan di Eropa dan merupakan salah satu cara penghitungan kalender terpenting. Rumus utamanya adalah hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah hari keempat belas pada bulan kamariyah (bulan pertama) yang jatuh pada atau setelah 21 Maret (yaitu tanggal titik Musim Semi Matahari gerejawi).
Perbedaan pada Gereja Timur dan Gereja Barat adalah Gereja Ortodoks Timur menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Julian, sedangkan Gereja Katolik Roma menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Gregorian yang lebih modern dan lebih luas pemakaiannya. Dengan demikian, bulan purnama gereja timur biasanya jatuh 4-5 hari setelah bulan purnama gereja barat.
Karena itu, Paskah di Gereja Barat dapat jatuh antara tanggal 22 Maret sampai 25 April, maka Jumat Agung jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Di gereja timur, Paskah jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (tapi menurut kalender Gregorian berarti tanggal 4 April sampai 8 Mei) dan Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April sampai 5 Mei menurut kalender Gregorian).
Untuk Paskah secara internasional, digunakan penanggalan secara Gregorian, penanggalan yang lebih populer dibandingkan penanggalan Julian. Untuk memperhitungkan tanggal perayaan Paskah, gereja Kristen menggunakan hari bulan purnama ‘gerejawi’ baik Julian maupun Gregorian tersebut, bukan bulan purnama astronomi. Perbedaan inilah yang menyebabkan kenapa Jumat Agung dan Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda dalam kalender astronomi yang dipakai secara umum.
Jadi, jangan bingung atau penasaran lagi kenapa perayaan Paskah bisa berbeda-beda tanggalnya, padahal Yesus bangkit di hanya dalam satu hari tertentu. Hal ini hanya karena pengaturan gereja semata. Baik bagi kita untuk mengenal segala sesuatu yang berhubungan dengan iman yang kita pegang, seperti pengetahuan tentang Paskah ini. Tapi yang paling penting tentu saja kita perlu mengenal Pribadi yang kita sembah dengan lebih baik lagi setiap harinya.
Source : wikipedia/lh3
Perbedaan pada Gereja Timur dan Gereja Barat adalah Gereja Ortodoks Timur menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Julian, sedangkan Gereja Katolik Roma menggunakan tanggal 21 Maret menurut Kalender Gregorian yang lebih modern dan lebih luas pemakaiannya. Dengan demikian, bulan purnama gereja timur biasanya jatuh 4-5 hari setelah bulan purnama gereja barat.
Karena itu, Paskah di Gereja Barat dapat jatuh antara tanggal 22 Maret sampai 25 April, maka Jumat Agung jatuh antara tanggal 19 Maret sampai 22 April. Di gereja timur, Paskah jatuh antara 22 Maret sampai 25 April menurut kalender Julian (tapi menurut kalender Gregorian berarti tanggal 4 April sampai 8 Mei) dan Jumat Agung dapat jatuh antara 19 Maret dan 22 April (atau antara 1 April sampai 5 Mei menurut kalender Gregorian).
Untuk Paskah secara internasional, digunakan penanggalan secara Gregorian, penanggalan yang lebih populer dibandingkan penanggalan Julian. Untuk memperhitungkan tanggal perayaan Paskah, gereja Kristen menggunakan hari bulan purnama ‘gerejawi’ baik Julian maupun Gregorian tersebut, bukan bulan purnama astronomi. Perbedaan inilah yang menyebabkan kenapa Jumat Agung dan Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda dalam kalender astronomi yang dipakai secara umum.
Jadi, jangan bingung atau penasaran lagi kenapa perayaan Paskah bisa berbeda-beda tanggalnya, padahal Yesus bangkit di hanya dalam satu hari tertentu. Hal ini hanya karena pengaturan gereja semata. Baik bagi kita untuk mengenal segala sesuatu yang berhubungan dengan iman yang kita pegang, seperti pengetahuan tentang Paskah ini. Tapi yang paling penting tentu saja kita perlu mengenal Pribadi yang kita sembah dengan lebih baik lagi setiap harinya.
Source : wikipedia/lh3
Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!
Pada hari Yesus disalibkan, kekelaman menutupi matahari dan membungkus Yerusalem dalam kegelapan yang jahat. Seolah-olah setiap orang bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa kegelapan, iblis dan maut telah mengalahkan Anak Allah untuk selamanya.
Perlu saya akui bahwa 3D (darkness, devil, death) itu melandasi hampir semua kekuatiran yang saya alami. Saya menguatirkan death [maut]—terutama kematian orang-orang yang saya kasihi. Saya kuatir pada darkness [kegelapan], baik yang alamiah maupun yang rohaniah. Saya juga kuatir pada hal-hal yang akan dilakukan oleh devil [iblis].
Iblis, kegelapan dan maut... ketiganya bekerja dengan giat di sepanjang pelayanan Yesus yang berpuncak pada hari yang panjang dan menyengsarakan itu. Namun, hal yang luput dari pengamatan orang-orang adalah bahwa kematian Mesias itu justru menghunjam jantung sang iblis.
Tiga hari setelah Yesus dibaringkan dalam kubur, pada Minggu pagi, Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain pergi kekuburan. Saat mendekati kuburan tersebut, mereka dapati bahwa batu besar penutup pintu kuburan telah tersingkir. Maria Magdalena segera lari memberitahukan Petrus dan Yohanes, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." (Yohanes 20:2).
Saat Maria Magdalena pergi, salah satu dari perempuan yang tinggal itu mendekati kuburan. Lubang pintu kuburan itu terbuka. Bagian dalam kuburan itu sendiri tetap seperti sedia kala, hanya saja sudah kosong. Tidak ada jenazah di sana. Mereka terheran sesaat, sampai kemudian menyadari keberadaan dua malaikat di belakang mereka. Yang satu duduk di atas batu sedangkan yang seorang lagi berdiri di dekatnya. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." (Lukas 24:5-6).
Saat mereka berlari dari kuburan itu, mereka bertemu seseorang yang meredakan ketakutan mereka. "Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'Salam bagimu.' ... 'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.'" (Matius 28:9-10).
Saat para perempuan itu menceritakan apa yang telah terjadi, para murid menganggap itu hanya omongan orang gila, celotehan tanpa arti. Sementara itu, Maria Magdalena menemui Petrus dan Yohanes. Pada awalnya, mereka juga mengabaikan ceritanya, namun rasa ingin tahu akhirnya mendorong mereka untuk lari ke kuburan.
Saat Yohanes tiba, dia berhenti di pintu masuk dan melihat ke dalam. Petrus berlari masuk ke dalam dan dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Saat masuk bersama Petrus ke dalam kuburan, saya senang membayangkan bahwa Yohanes berbisik kepada Petrus, "Dia hidup!"
Saat berita itu tersebar, banyak murid lalu berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem. Dalam keadaan pintu rumah itu terkunci, tiba-tiba terdengar suara di tengah ruangan, "'Damai sejahtera bagi kamu!' Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka." (Yohanes 20:19-20). Lalu mereka percaya.
Sayangnya, Tomas—salah satu dari kedua belas murid—saat itu tidak berada di sana. Saat dia tiba, semua orang bercerita kepadanya tentang kejadian tersebut. Tomas tidak mau percaya. "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25).
Delapan hari kemudian, ketika Tomas sedang berada di rumah itu, dengan pintu yang terkunci lebih rapat dari sebelumya, "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:26). Yesus kembali berdiri di tengah ruangan, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27). Tomas tidak bergerak. Dia bahkan tidak mengangkat satu jari pun. Dia menjawab seperti lazimnya seorang murid Yesus mampu menjawab, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).
Tanggapan orang-orang yang akrab dengan Yesus, pada Minggu pagi itu, sama dengan reaksi yang saya temui setiap hari sebagai seorang pemberita kabar baik di zaman modern ini.
Ada yang langsung percaya. Mereka menerima informasi tersebut, mengingat lagi akan hal-hal yang telah dinubuatkan oleh Yesus selama pelayanannya, dan menerima kebangkitan-nya sebagai hal yang benar-benar terjadi.
Ada yang percaya lewat bukti tidak langsung. Awalnya mereka meragukan cerita ini, namun setelah menerima informasi lainnya—misalnya dengan melihat kuburan yang telah kosong itu—lalu tahulah mereka bahwa Yesus telah bangkit.
Ada yang percaya lewat bukti-bukti langsung. Mereka baru percaya bahwa Yesus telah bangkit setelah melihat Kristus secara langsung.
Demon (iblis), darkness (kegelapan) dan death (maut) telah dikalahkan, namun mereka masih melampiaskan kebencian mereka yang meluap-luap terhadap ciptaan Allah. Tetapi jangan kuatir... Yesus hidup dengan hidup baru yang benar-benar ingin dia bagikan kepada siapa saja yang percaya. Apakah Anda termasuk yang percaya? Atau apakah Anda sekarang sadar bahwa Anda butuh Juruselamat? Kesadaran yang bagus buat Anda!
Devil [iblis], darkness [kegelapan] dan death [maut] boleh saja menggertak dan membual, kepedihan hidup mungkin masih akan menghunjam dalam beberapa waktu, akan tetapi bala tentara kejahatan sedang menghembuskan nafas terakhir mereka. Jadi, tak ada yang perlu dikuatirkan... Dia telah bangkit! Dia memang telah bangkit!
dikutip dari: fan page Selamat Pagi Roh Kudus
Oleh: Charles R. Swindoll
Perlu saya akui bahwa 3D (darkness, devil, death) itu melandasi hampir semua kekuatiran yang saya alami. Saya menguatirkan death [maut]—terutama kematian orang-orang yang saya kasihi. Saya kuatir pada darkness [kegelapan], baik yang alamiah maupun yang rohaniah. Saya juga kuatir pada hal-hal yang akan dilakukan oleh devil [iblis].
Iblis, kegelapan dan maut... ketiganya bekerja dengan giat di sepanjang pelayanan Yesus yang berpuncak pada hari yang panjang dan menyengsarakan itu. Namun, hal yang luput dari pengamatan orang-orang adalah bahwa kematian Mesias itu justru menghunjam jantung sang iblis.
Tiga hari setelah Yesus dibaringkan dalam kubur, pada Minggu pagi, Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain pergi kekuburan. Saat mendekati kuburan tersebut, mereka dapati bahwa batu besar penutup pintu kuburan telah tersingkir. Maria Magdalena segera lari memberitahukan Petrus dan Yohanes, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." (Yohanes 20:2).
Saat Maria Magdalena pergi, salah satu dari perempuan yang tinggal itu mendekati kuburan. Lubang pintu kuburan itu terbuka. Bagian dalam kuburan itu sendiri tetap seperti sedia kala, hanya saja sudah kosong. Tidak ada jenazah di sana. Mereka terheran sesaat, sampai kemudian menyadari keberadaan dua malaikat di belakang mereka. Yang satu duduk di atas batu sedangkan yang seorang lagi berdiri di dekatnya. "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." (Lukas 24:5-6).
Saat mereka berlari dari kuburan itu, mereka bertemu seseorang yang meredakan ketakutan mereka. "Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'Salam bagimu.' ... 'Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.'" (Matius 28:9-10).
Saat para perempuan itu menceritakan apa yang telah terjadi, para murid menganggap itu hanya omongan orang gila, celotehan tanpa arti. Sementara itu, Maria Magdalena menemui Petrus dan Yohanes. Pada awalnya, mereka juga mengabaikan ceritanya, namun rasa ingin tahu akhirnya mendorong mereka untuk lari ke kuburan.
Saat Yohanes tiba, dia berhenti di pintu masuk dan melihat ke dalam. Petrus berlari masuk ke dalam dan dikejutkan dengan apa yang dilihatnya. Saat masuk bersama Petrus ke dalam kuburan, saya senang membayangkan bahwa Yohanes berbisik kepada Petrus, "Dia hidup!"
Saat berita itu tersebar, banyak murid lalu berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem. Dalam keadaan pintu rumah itu terkunci, tiba-tiba terdengar suara di tengah ruangan, "'Damai sejahtera bagi kamu!' Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka." (Yohanes 20:19-20). Lalu mereka percaya.
Sayangnya, Tomas—salah satu dari kedua belas murid—saat itu tidak berada di sana. Saat dia tiba, semua orang bercerita kepadanya tentang kejadian tersebut. Tomas tidak mau percaya. "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25).
Delapan hari kemudian, ketika Tomas sedang berada di rumah itu, dengan pintu yang terkunci lebih rapat dari sebelumya, "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yohanes 20:26). Yesus kembali berdiri di tengah ruangan, "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." (Yohanes 20:27). Tomas tidak bergerak. Dia bahkan tidak mengangkat satu jari pun. Dia menjawab seperti lazimnya seorang murid Yesus mampu menjawab, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28).
Tanggapan orang-orang yang akrab dengan Yesus, pada Minggu pagi itu, sama dengan reaksi yang saya temui setiap hari sebagai seorang pemberita kabar baik di zaman modern ini.
Ada yang langsung percaya. Mereka menerima informasi tersebut, mengingat lagi akan hal-hal yang telah dinubuatkan oleh Yesus selama pelayanannya, dan menerima kebangkitan-nya sebagai hal yang benar-benar terjadi.
Ada yang percaya lewat bukti tidak langsung. Awalnya mereka meragukan cerita ini, namun setelah menerima informasi lainnya—misalnya dengan melihat kuburan yang telah kosong itu—lalu tahulah mereka bahwa Yesus telah bangkit.
Ada yang percaya lewat bukti-bukti langsung. Mereka baru percaya bahwa Yesus telah bangkit setelah melihat Kristus secara langsung.
Demon (iblis), darkness (kegelapan) dan death (maut) telah dikalahkan, namun mereka masih melampiaskan kebencian mereka yang meluap-luap terhadap ciptaan Allah. Tetapi jangan kuatir... Yesus hidup dengan hidup baru yang benar-benar ingin dia bagikan kepada siapa saja yang percaya. Apakah Anda termasuk yang percaya? Atau apakah Anda sekarang sadar bahwa Anda butuh Juruselamat? Kesadaran yang bagus buat Anda!
Devil [iblis], darkness [kegelapan] dan death [maut] boleh saja menggertak dan membual, kepedihan hidup mungkin masih akan menghunjam dalam beberapa waktu, akan tetapi bala tentara kejahatan sedang menghembuskan nafas terakhir mereka. Jadi, tak ada yang perlu dikuatirkan... Dia telah bangkit! Dia memang telah bangkit!
dikutip dari: fan page Selamat Pagi Roh Kudus
Oleh: Charles R. Swindoll
Aku Tak Sanggup TanpaMu
Di saat aku harus menapaki jalan hidupku
dengan semangat yang patah dan lemah
aku memandang Tuhan dan berseru
"Tuhan, aku tidak sanggup melewati ini semua tanpaMu"
Tuhan memandangku dan dengan lembut berkata
"Sesungguhnya Aku menyertai engkau"
"dan Aku akan melindungi engkau"
"ke mana pun engkau pergi"
"dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini"
"sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau"
"melainkan tetap melakukan apa yang kujanjikan kepadamu"
~Kej 28:15~
Aku menjadi tersadar akan kebaikan dan kasihNya dalam hidupku
saat itu juga Tuhan membarui semangatku
dan menguatkan hatiku
Aku percaya Tuhan yang menyertaiku
Aku percaya Tuhan yang melindungiku
ke mana pun aku menapaki jalan hidupku
Tuhan yang akan membawaku kepadaNya
Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Tuhan yang akan menggenapi rencanaNya dalam hidupku.
dengan semangat yang patah dan lemah
aku memandang Tuhan dan berseru
"Tuhan, aku tidak sanggup melewati ini semua tanpaMu"
Tuhan memandangku dan dengan lembut berkata
"Sesungguhnya Aku menyertai engkau"
"dan Aku akan melindungi engkau"
"ke mana pun engkau pergi"
"dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini"
"sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau"
"melainkan tetap melakukan apa yang kujanjikan kepadamu"
~Kej 28:15~
Aku menjadi tersadar akan kebaikan dan kasihNya dalam hidupku
saat itu juga Tuhan membarui semangatku
dan menguatkan hatiku
Aku percaya Tuhan yang menyertaiku
Aku percaya Tuhan yang melindungiku
ke mana pun aku menapaki jalan hidupku
Tuhan yang akan membawaku kepadaNya
Tuhan tidak pernah meninggalkanku
Tuhan yang akan menggenapi rencanaNya dalam hidupku.
Langganan:
Postingan (Atom)